RADAR SURABAYA BISNIS - Keberadaan sekolah-sekolah Tionghoa pada masa Hindia Belanda menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan dan dinamika sosial masyarakat perkotaan, termasuk di Surabaya.
Salah satu sekolah Tionghoa yang menonjol pada masanya adalah Sin Hwa High School (SHHS) yang berlokasi di Jalan Ngaglik, Surabaya.
Sekolah yang juga dikenal dengan nama Xin Zhong itu didirikan pada 1934.
Pada awal berdirinya, Sin Hwa High School menyelenggarakan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), serta menjadi salah satu pusat pendidikan modern bagi komunitas Tionghoa di Surabaya.
Peneliti masalah Tionghoa, Nouval Murzita, menjelaskan bahwa sekolah-sekolah Tionghoa pada masa itu tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan identitas dan orientasi ideologis.
“Sekolah-sekolah Tionghoa zaman dulu punya kecenderungan ideologi ke negeri Tiongkok. Ada yang berhaluan nasional, ada juga yang pro-komunis,” ujar Nouval.
Tahun 1966, kegiatan operasional sekolah ini berhenti karena kondisi politik, namun dihidupkan kembali oleh alumni melalui Xin Zhong School.
Yaitu sekolah tiga bahasa modern yang berlanjut dengan semangat dan warisan pendidikan Tionghoa-Indonesia, mengintegrasikan kurikulum nasional dan internasional dengan bahasa pengantar Mandarin, Inggris, dan Indonesia.
Sekolah ini kini dikenal sebagai Xin Zhong School, sekolah tiga bahasa yang menjadi penerus semangat Sin Hwa High School.
Tiga bahasa yang dimaksud adalah Indonesia, Mandarin, dan Inggris. (rek)
Editor : Nofilawati Anisa