RADAR SURABAYA - Panti Werdha Usia (PWU) yang berada di kawasan Jalan Undaan, Surabaya, menjadi salah satu bangunan lama yang masih bertahan hingga kini.
Dari bagian depan, gedung ini tampak megah dengan gaya arsitektur khas Eropa, menjadikannya salah satu warisan bangunan era kolonial di Kota Pahlawan.
Pegiat sejarah Kota Surabaya, Nur Setiawan, mengatakan gaya arsitektur bangunan PWU sempat menjadi tren pada abad ke-19.
Arsitektur khas Eropa yang kuat terlihat dari bentuk fasad, detail jendela, serta kesan kokoh pada struktur bangunan.
“Bangunan tersebut dulunya milik seorang pengusaha asal Belanda yang dikenal dermawan dan tinggal di Surabaya, namanya Meneer JF Polack,” ujar Nur Setiawan.
Pria yang akrab disapa Wawan ini menjelaskan, Panti Werdha Usia Jalan Undaan berdiri sekitar tahun 1947.
Pendirian panti ini diinisiasi oleh keluarga keturunan Tionghoa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Menurut Wawan, berdirinya PWU tidak terlepas dari situasi Surabaya pada masa perang revolusi.
Saat itu, banyak warga lanjut usia yang ditinggal anak-anak mereka berjuang di medan perang dan tidak sempat mengungsi.
Kondisi politik Hindia Belanda yang penuh gejolak juga membuat banyak keluarga terpisah.
“Banyak orang tua yang awalnya hidup di pengungsian, kemudian menjadi sebatang kara karena anak-anak mereka tidak kembali dari peperangan dan diduga gugur di medan tempur,” jelasnya.
Sejak saat itu, PWU mendedikasikan diri untuk merawat kaum lanjut usia, khususnya mereka yang hidup sebatang kara dan tidak memiliki keluarga.
Hingga kini, panti tersebut tetap menjalankan fungsi sosialnya sebagai tempat perawatan dan pendampingan bagi para lansia.
Panti Werdha Usia Jalan Undaan dikenal sebagai salah satu panti tertua di Surabaya.
Di balik arsitektur bangunannya yang khas dan bersejarah, tersimpan kisah panjang tentang kepedulian dan kemanusiaan. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa