Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kualitas Pendidikan Digenjot, Gelar School Leaders Conference 2025 untuk Cetak Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Muhammad Firman Syah • Senin, 17 November 2025 | 21:11 WIB
Eko Hardiansyah Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim memberikan pemaparan di hadapan ratusan guru Muhammadiyah se-Jatim.
Eko Hardiansyah Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim memberikan pemaparan di hadapan ratusan guru Muhammadiyah se-Jatim.

RADAR SURABAYA - Ratusan kepala sekolah dan guru sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur mengikuti konferensi pendidikan untuk mengadopsi sistem pembelajaran terbaik dari Singapura, demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

School Leaders Conference 2025 ini digelar oleh Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur bekerja sama dengan Marshall Cavendish Education dan PT Jepe Press Media Utama (JPBooks) di Kantor PW Muhammadiyah, Surabaya, Sabtu (15/11). Konferensi bertema "Transforming Education to Prepare Students Invent the Future" diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru bahasa Inggris serta matematika SD/MI dan SMP/MTs di sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur.

Baca Juga: MTs Muhammadiyah 19 Surabaya Gemakan Jiwa Kepahlawanan Lewat Gelar Karya Siswa

Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Eko Hardiansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menginspirasi kepala sekolah melalui tokoh pendidikan dari Singapura. Sehingga diharapkan bisa menciptakan pendidikan berkualitas di sekolah Muhammadiyah demi masa depan siswa yang lebih baik.

"Kita hadirkan khusus untuk kepala sekolah SD/MI, SMP/MTs adalah untuk transformasi pendidikan. Kami sangat berharap di dalam kegiatan ini, karena kita hadirkan beberapa tokoh pendidikan di Singapura bekerja sama dengan Marshall Cavendish Education, dengan maksud kepala sekolah bisa terinspirasi bagaimana kemudian pendidikan dari Singapura," kata Eko.

Eko menambahkan, para kepala sekolah diajak untuk belajar dari pendidikan Singapura yang kini menjadi salah satu yang terbaik di dunia, termasuk strategi dan hal-hal penting yang membuat kemajuan itu terwujud.

Direktur PT Jepe Press Media Utama (JPBooks), Yudha Indrawan, menyatakan bahwa pihaknya berkolaborasi dengan Marshall Cavendish Education untuk mendukung program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. Program ini mencakup penerapan deep learning yang juga selaras dengan pendekatan dan metode pembelajaran di Singapura, serta program bilingual yang juga selaras dengan arah kebijakan kemendikbud bahwa bahasa Inggris akan masuk sebagai mapel wajib pada tahun 2027.

"Salah satu event dengan Muhammadiyah bisa menjadi salah satu pilot project besar kami agar menjadi contoh yang baik di sekolah-sekolah lainnya di Indonesia," harap Yudha.

Baca Juga: Kantin Warga SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, Wujud Sinergi Sekolah dan Masyarakat di Tengah Program MBG

Yudha juga mengaku pemerataan kompetensi guru menjadi tantangan didalam persaingan secara global. Perlunya peningkatan dari sisi bahasa inggris, literasi dan numerasi dengan metode belajar yg efektif. Utamanya dalam hal ini target berikutnya adalah untuk peningkatan skor PISA indonesia. Untuk itu, pihaknya menyediakan bahan ajar yang berkualitas secara internasional dengan metodologi dari Singapura baik secara bilingual dalam bahasa inggris maupun yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. "Tantangannya ya pemerataan kompetensi guru," ungkapnya.

Sementara itu, Bussiness Development Director of Marshall Cavendish Education wilayah Asia Tenggara, Tri Turturi Farah Neswary, menekankan fokus pada pengalaman Singapura dalam membangun pendidikan sejak awal hingga menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

"Kita bagikan pengalaman Singapura yang bisa menjadi inspirasi bagi sekolah Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai hasil yang lebih baik," tutur Tri.

Baca Juga: Muhammadiyah Ingatkan Elite Politik: Jangan Lukai Hati Rakyat, Publik Butuh Keteladanan

Tri menambahkan, pihaknya juga membagikan sistem pembelajaran Matematika dan bahasa Inggris di Singapura, termasuk integrasi teknologi kecerdasan artificial (AI).

Salah satu peserta, Marisa Izzah, Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil Pasuruan, mengaku bahwa acara ini sangat bermanfaat bagi sekolahnya yang sedang berkembang.

"Acara ini sangat luar biasa, sangat bermanfaat bagi kami sekolah Muhammadiyah yang baru taraf berkembang di Bangil sekitar 500 siswa. Dan program ini sangat luar biasa, Alhamdulillah tidak sia-sia saya mengirim 17 guru di acara ini. Dan insyaallah sangat bermanfaat dari narasumber," ungkap Marisa.

Marisa berharap ke depannya dapat melihat langsung metode pembelajaran di Singapura. (rmt/fir)

 

Editor : M Firman Syah
#jawapos #guru #muhammadiyah #Artifical Intelligence