Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bupati Surapringga Disemayamkan di Kawasan Bibis Surabaya, Makamnya Bisa Dikemas Jadi Wisata Sejarah

Mus Purmadani • Minggu, 2 November 2025 | 16:36 WIB
BUKTI: Makam Raden Tumenggung Kramajayadirana di komplek Pesarean Kromojayan Kanoman di daerah Bibis, di Jalan Stasiun Kota, Surabaya.
BUKTI: Makam Raden Tumenggung Kramajayadirana di komplek Pesarean Kromojayan Kanoman di daerah Bibis, di Jalan Stasiun Kota, Surabaya.

RADAR SURABAYA - Bupati Surapringga (nama lama Surabaya), Raden Tumenggung Kramajayadirana, yang namanya tersebut dalam prasasti Masjid Kemayoran (1848), disemayamkan di komplek Pesarean Kromojayan Kanoman di daerah Bibis di Jalan Stasiun Kota, Surabaya. Di utara Masjid Nurul Ihsan.

Area makam ini tidak luas dan memiliki satu pintu gerbang paduraksa, yang bisa diakses melalui Masjid Nurul Ihsan, karena lokasinya persis di utara masjid.

Komplek Pesarean Kromojayan ini memiliki garupa model paduraksa seperti halnya komplek komplek makam kuno lainnya di Surabaya seperti Ampel, Botoputih, Bungkul dan Tembaan.

Menurut Ali, sang juru kunci, dulu di gapura Pesarean Kromojayan itu pernah ada sepasang daun pintu model kupu tarung.

Nisan makam Raden Tumenggung Kramajayadirana terbungkus kain mori putih.

Pegiat sejarah Surabaya, Nanang Purwoko mengatakan, Raden Tumenggung Kramajayadirana adalah bupati Surabaya pertama yang diangkat pemerintah Hindia Belanda berdasarkan Resolutie Van Henne Excellentiin de Commissarissen General in Rade, 7 Januari 1819 No: 6, untuk periode resmi 1819-1825.

“Diketahui bahwa secara tradisional, jabatan adipati dan bupati pada masa itu biasanya didasarkan pada keturunan, terutama dari keluarga kerajaan atau bangsawan,” ungkap Nanang.

Namun kenyataannya hingga tahun 1848, nama Raden Tumenggung Kramajayadirana masih disebut menjabat sebagai bupati Surapringga (Surabaya).

Fakta ini tertulis dalam prasasti Masjid Kemayoran, yang hingga kini masih terpasang di dinding dalam masjid.

Selain ada nama Bupati Surapringga, Raden Tumenggung Kramajayadirana, di sana juga ada nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda Jan Jacob Rochussen dan Residen Surapringga Daniel Francois Willem Pietermaat.

Jika makam Residen Surapringga Daniel Francois Willem Pietermaat diketahui berada di Pemakaman Eropa Peneleh, sementara makam Bupati Surapringga diketahui berada di Pesarean Kromojayan di Bibis.

“Fakta ini dikuatkan dengan beberapa keterangan, yang ada di Komplek Pesarean Kromojayan,” ujarnya.

Seluruh kuburan kuburan di komplek ini masih relatif utuh, yang keberadaannya bisa dilihat dari kondisi nisan nisan kuno di sana.

Menurut Nanang, pemakaman keluarga Kromojayan ini bisa menjadi salah satu spot wisata sejarah Surabaya.

Selain masih diziarahi oleh keturunan, komplek ini juga layak dikunjungi publik, yang bisa dikemas melalui paket wisata sejarah, khususnya sejarah tradisional Surabaya.

“Paket wisata sejarah ini bisa membantu menjaga ingatan publik tentang sosok pimpinan Surabaya di era era pemerintahan tradisional Surabaya pada masa lalu,” ujarnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#wisata sejarah #surabaya #Bupati Surapringga #Raden Tumenggung Kramajayadirana #Bupati Pertama