Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pasar Blauran Surabaya, Tempat Pecinta Kuliner Berburu Es Dawet hingga Lontong Mi

Andy Satria • Rabu, 8 Oktober 2025 | 03:29 WIB

RAMAI: Suasana di stan Hj Rochmah yang menjual beraneka ragam kuliner khas Surabaya di Pasar Blauran.
RAMAI: Suasana di stan Hj Rochmah yang menjual beraneka ragam kuliner khas Surabaya di Pasar Blauran.
 

RADAR SURABAYA - Pasar Blauran tak hanya populer sebagai pusat belanja legendaris di Kota Pahlawan.

Kini, pasar yang berada di pusat kota Surabaya itu juga menjadi surga kuliner tradisional.

Dari es dawet, bubur madura, lontong mi, hingga kue basah, semuanya bisa ditemui di deretan tenan makanan yang semakin ramai dikunjungi pembeli.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Depot Hj Rochmah.

Warung sederhana yang berdiri sejak 1977 ini sudah menjadi ikon kuliner Blauran.

Awalnya didirikan oleh almarhumah Hj Rochmah, kini usaha itu diteruskan oleh generasi kedua, Nanik.

Mega, salah seorang karyawan yang sudah lama bekerja di depot tersebut, menceritakan perjalanan warung ini.

“Dulu memang tidak seramai ini. Tapi sejak dipegang generasi kedua, rasanya makin enak. Sampai viral, bukan cuma di Indonesia, tapi juga dikenal sampai luar negeri,” ungkap Mega, Selasa (7/10).

Tak sedikit pengunjung yang datang ke Pasar Blauran hanya untuk mencicipi dawet dan lontong mi.

Usai itu, mereka biasanya berkeliling kios lain, sehingga roda ekonomi pedagang sekitar ikut bergairah.

“Dulu sepi banget, yang masuk bisa dihitung jari. Sekarang Blauran ramai karena pedagang kuliner. Rezekinya ikut nyebar ke pedagang lain juga,” tambahnya.

Menu di Depot Hj Rochmah sebenarnya sederhana.

Ada lontong mi, gado-gado, tahu campur, es dawet, hingga jajanan pasar.

Namun, es dawet tetap menjadi primadona.

Satu mangkuk es dawet berisi dawet hijau lembut, ketan hitam, srintil, bubur sumsum, mutiara, hingga biji salak.

Semuanya berpadu dengan santan segar dan gula jawa cair yang bikin segar sekaligus mengenyangkan.

Tak kalah menggoda, lontong mi khas Surabaya juga jadi menu favorit.

Perpaduan lontong, mi, petis, tahu, lento, kuah gurih, lengkap dengan tauge dan kerupuk, membuat sajian ini terasa istimewa.

Harga pun ramah di kantong. Cukup Rp 10.000 untuk es dawet, Rp 15.000 untuk lontong mi, dan Rp 3.000 untuk jajanan pasar.

Keunikan lain, semua menu Depot Hj Rochmah dibuat langsung oleh empat orang di dapur sejak pukul 06.00.

Bahkan sebelum warung buka, pesanan lewat jasa titip (jastip) sudah ramai, terutama dari Gresik dan Sidoarjo.

Jam operasionalnya mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.

Warung ini hanya tutup sebulan sekali, tepatnya setiap Senin di akhir bulan.

"Kalau Sabtu-Minggu tidak mungkin libur, soalnya ramai sekali. Banyak pelanggan dari luar kota, kasihan kalau jauh-jauh datang ternyata tutup,” jelas Mega.

Bagi pencinta kuliner tradisional, Pasar Blauran kini bukan hanya tempat belanja, tapi juga destinasi rasa yang tak boleh dilewatkan. (sam/opi)

 


 

Editor : Nofilawati Anisa
#Kota Surabaya #karyawan #es dawet #pembeli #pasar blauran #generasi #kota pahlawan #kuliner #tradisional #lontong mi #luar negeri