RADAR SURABAYA - Pasca revolusi Surabaya selama empat tahun setengah dan pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda di tahun 1949, lambat laun perekonomian di Kota Pahlawan bangkit.
Keberadaan bioskop kian bergeliat, karena masyarakat haus akan hiburan, pasca peperangan.
Pegiat sejarah, Nur Setiawan mengatakan hadirnya bioskop bernama Luxor di Jalan Pahlawan Surabaya tahun 1950 menjadi tempat hiburan nonton film.
Lokasi yang strategis mudah dijangkau oleh segala moda transportasi membuat bioskop ini ramai.
"Keberadaannya (bioskop, Red) menjadi ajang hiburan ketika itu. Karena masyarakat membutuhkan hiburan setelah melewati perang yang panjang," kata Wawan, sapaan karibnya.
Kondisi bioskop ketika itu sudah sangat modern. Film yang diputar mulai film asing hingga lokal.
"Film yang diputar juga mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Namun keberadaan bioskop Luxor harus berganti nama menjadi bioskop Jaya. Karena pemerintah tidak mau ada nama berbau asing.
Seiring perubahan nama bioskop Jaya juga mengalami kerugian dan membuatnya tutup.
"Tahun 1980 Bioskop Jaya tutup karena perkembangan yang begitu pesat dari industri bioskop," pungkasnya. (sur/opi)
Editor : Nofilawati Anisa