Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pembagian Tiga Kelas Gerbong Trem di Surabaya

M. Mahrus • Jumat, 22 Agustus 2025 | 15:15 WIB
TRANSPORTASI: Trem listrik berhenti di Anita Boulevard atau kini kawasan perempatan Jalan Darmo-Jalan Dr Soetomo Surabaya.
TRANSPORTASI: Trem listrik berhenti di Anita Boulevard atau kini kawasan perempatan Jalan Darmo-Jalan Dr Soetomo Surabaya.

RADAR SURABAYA - Di era kolonial transportasi trem pernah berjaya di Surabaya. Pada saat itu kelas gerbong trem dibagi menjadi tiga kelas atau golongan.

Kelas pertama diperuntukkan kepada warga Belanda (Eropa) kedua untuk warga Asia Timur (China, Arab, India) dan kelas tiga warga pribumi.

Diketahui pertama kali transporstasi trem uap beroperasi di Surabaya pada tahun 1886 oleh perusahaan Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS).

Trem uap memiliki rute awal Wonokromo-Ujung dan Wonokromo-Karangpilang Sepanjang.

Kemudian seiring berjalannya waktu trem uap digantikan trem listrik yang beroperasi pada tahun 1923.

Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengatakan, keberadaan transportasi trem awalnya disambut baik oleh warga Surabaya.

Namun pada kenyatannya transportasi darat ini berpihak pada kaum Eropa.

"Pemberlakuan trem uap maupun trem listrik bisa dibilang diskriminatif. Warga Bumiputera ditempatkan pada gerbong kelas tiga yang di dalamnya terdapat barang juga binatang," ucapnya.

Sejarawan yang akrab disapa Wawan melanjutkan, masyarakat Bumiputera bisa menempati gerbong kelas satu dan kelas dua.

Namun berlaku bagi mereka yang notabene kalangan ningrat atau saudagar.

"Sebetulnya tiga kelas, namun sejarah mencatat dua kelas (gerbong)," terangnya.

Sementara Pemerhati Sejarah Kereta Api Navi Eka Patiruhu menuturkan bahwa dahulu ada tiga kelas pembagian gerbong pada transportasi trem yang ada di Surabaya.

"Dulu ada tiga kelas. Kelas 1 untuk Eropa, kelas 2 untuk Asia Timur (China, Arab, India) dan kelas 3 buat pribumi," ucapnya. (rus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Golongan #pembagian #surabaya #trem #transportasi #bumiputera #kelas #kolonial #Nur Setiawan #Navi Eka Patiruhu