RADAR SURABAYA - Di salah satu gang Jalan Plampitan XI, Peneleh, Surabaya, terdapat makam salah seorang tokoh pejuang asli Plampitan. Tokoh tersebut adalah Abdur Rachman.
Makam Abdur Rachman berdampingan dengan makam Raden Ayu Siti Kholifah, salah satu tokoh yang babat alas kampung Plampitan.
Ketua Begandring Soerabaia Achmad Zaki Yamani mengatakan, berdasarkan cerita warga sekitar, nama asli sosok Abdur Rachman adalah Nur Rahman.
Ia merupakan pejuang asal Plampitan. "Beliau gugur di sekitar Jembatan Peneleh, tertembak dari arah gedung PLN Gemblongan, pada 17 November 1945," ungkapnya kepada Radar Surabaya.
Zaki menambahkan, Abdur Rachcman gugur terkena tembakan tentara Inggris saat mempertahankan Jembatan Peneleh pada pertempuran November 1945.
Saat itu pihak yang mempertahankan Jembatan Peneleh berasal dari TKR (Tentara Keamanan Rakyat), Laskar Hisbullah dan PRI (Pemuda Republik Indonesia) sektor Peneleh.
"Keterangan penduduk Plampitan bahwa Abdu Rachman adalah warga mereka dan saat makam akan dipindahkan ke TMP Kusuma Bangsa sekitar tahun 1960 an ditolak warga, jadi tidak dipindah," bebernya.
Di makam Abdur Rachman, ada bambu runcing yang berdiri tegak dengan tulisan Pejuang 45 dan dilengkapi bendera merah putih.
Sementara makam di sampingnya, juga masih dirawat oleh warga sekitar. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa