Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pasar Kembang Surabaya Sudah Ada Sejak 1940-an, Dulunya di Bawah Jembatan Layang

Mus Purmadani • Selasa, 22 April 2025 | 14:19 WIB
Bangunan lama pasar kembang yang dahulu berada di lokasi yang kini menjadi jalan layang.
Bangunan lama pasar kembang yang dahulu berada di lokasi yang kini menjadi jalan layang.

RADAR SURABAYA – Pasar Kembang adalah salah satu pasar yang cukup terkenal di Surabaya. Tak seperti namanaya, Pasar Kembang, komoditas yang dijual di sana bukan hanya bunga atau kembang, namun sangat beragam. Tak hanya bunga, ada pula kebutuhan pokok hingga jajanan pasar.

Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nanang Purwono mengatakan, Pasar Kembang Surabaya sudah ada sejak tahun 1940-an.

Nama ini sebagaimana tertulis pada peta Surabaya tahun 1940 terbitan Het Woningbureau Versluis NV Soerabaja. 

"Letaknya tepat pada tikungan jalan yang menjadi pertemuan Jalan Pasar Kembang dan Jalan Diponegoro, persis di bawah jembatan Layang Pasar Kembang (Kupang) terdapat pasar lama, yang kondisi fisiknya sudah mangkrak. Kondisi fisiknya terbuat dari konstruksi kayu jati beratap genting," katanya. 

Menurutnya, ini adalah Pasar Kembang lama, karena sudah ada Pasar Kembang baru di Jalan Pasar Kembang.

Pasar Kembang lama sempat menjadi pusat perputaran ekonomi sebelum kemerdekaan tahun 1945.

Sekarang nama Pasar Kembang (lama) ini berpindah ke Pasar Kembang baru, yang ada di sebelah utaranya atau di sebelah kiri jalan Pasar Kembang sebelum pertigaan Jalan Pandegiling dari arah utara ke selatan.

Nanang mengatakan, kawasan Pasar Kembang lama termasuk kawasan subur di masanya dan dekat dengan pemukiman elit di kawasan Darmo, yang ada di sebelah timurnya.

Lokasi ini termasuk daerah strategis karena dilalui oleh jaringan kereta api uap, yang dioperatori oleh Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS), yang menghubungkan Stasiun Groedo, Wonokromo, Sepanjang (di selatan) dan Ujung (di utara).

Pasar Kembang ini terletak di titik persimpangan Tamarindelaan (kini Jalan Pandegiling), Reiniersz Boulevard (kini Jalan Diponegoro), Jalan Pasar Kembang (tetap) dan Ringweg (Jalan Girilaya) serta jalan Banyuurip.

Ada simpang lima di sana. Sekarang juga masih menjadi persimpangan yang ramai.

Simpang Lima ini meliputi Jalan Diponegoro – Jalan Pasar Kembang – Jalan Pandegiling – Jalan Girilaya dan Jalan Banyuurip.

Sayang pasar ini kini mangkrak. Pasar sudah tidak aktif lagi. Padahal di sana terpasang papan PD. Pasar Surya, pasar yang dalam pengelolaan pemerintahan Kota Surabaya.

“Pasar Kembang lama ini adalah memorabilia kemajuan kota Surabaya sebelum era kemerdekaan tahun 1945. Pasar ini berseberangan dengan rumah gubernur jendral, yang dikenal dengan sebutan Rumah Setan, yang sekarang kondisinya juga memprihatinkan setelah atapnya ambrol," terangnya. 

Pasar Kembang (lama), lanjut Nanang, adalah salah satu pasar tradisional yang legendaris dan historis di Surabaya.

Letaknya di ujung barat Jalan Pandegiling (dulu Tamarindelaan). Sementara di ujung timur jalan Tamarinde laan ada Pasar Keputran, yang masih beroperasi hingga sekarang.

Ketenaran nama Pasar Kembang ini kemudian disandang Pasar Kembang (baru) di Jalan Pasar Kembang.

Pasar ini memang tersohor karena bunga, khususnya bunga tabur untuk nyekar (tabur bunga).

Kawasan ini memang kawasan pemakaman. Sekarang kawasan pemukiman yang padat.

“Para penjual kembang masih menghiasi. Mereka berjualan di Jalan Kedungdoro hingga Jalan Pasar Kembang. Selain ada komoditas bunga tabur, pasar ini sekarang dikenal dengan pusat kue tradisionalnya," pungkasnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Surabayapedia #pasar kembang #jalan diponegoro #Oost Java Stoomtram Maatschappij #Surabaya Tempo Dulu #sejarah Surabaya