Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mengenal Sosok Sawunggaling, Pemimpin yang Jujur dan Pro Rakyat

Mus Purmadani • Minggu, 2 Februari 2025 | 04:01 WIB

 

PEMBELA RAKYAT KECIL: Ilustrasi sosok Sawunggaling atau Joko Berek.
PEMBELA RAKYAT KECIL: Ilustrasi sosok Sawunggaling atau Joko Berek.

RADAR SURABAYA - Sawunggaling atau Joko Berek merupakan adipati di Kota Surabaya.

Raden Sawunggaling merupakan putra dari Adipati Jayengrono (Jangrono) III dengan Raden Ayu Dewi Sangkrah. 

Makam Sawunggaling ditemukan oleh warga pada tahun 1901 dan berada di Jalan Lidah Wetan Gang III, Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri. 

Pengamat Sejarah Kota Surabaya Nur Setiawan mengatakan, Joko berek atau Sawunggaling merupakan salah satu cerita rakyat yang sangat melekat pada masyarakat Surabaya.

Tokoh tersebut menurutnya, kerap dimunculkan sebagai lakon dalam cerita ludruk.

Sawunggaling menjadi sosok yang selalu menentang kebijakan pemerintah kolonial. Dan kerap berselisih paham dengan kedua saudara laki-lakinya.

"Meski begitu Sawunggaling adalah sosok yang selalu berada pada pihak wong cilik. Tak segan-segan dia membela kepentingan rakyat Surabaya jika ditindas oleh pemerintah kolonial maupun oknum keraton Surabaya," katanya, Minggu (26/1). 

Pria yang akrab disapa Wawan ini mengataka,n selain seorang pangeran, sebetulnya Joko berek adalah nama kecil sang tokoh, putra dari Adipati Jangrana (Jayengrono) pemimpin keraton Surabaya. 

Ketika dewasa namanya adalah Kulmo Sostronegoro. Saat dewasa dia menjadi staf pemerintah di Kadipaten Surabaya, yang nantinya akan menggantikan kedudukan sang ayahanda.

Sedangkan Sawunggaling merupakan jabatan ketentaraan yg disandang oleh Kulmo Sostronegoro, jabatan tersebut setara Senopati atau perwira militer.

“Pada zaman dahulu sebuah hal yang lumrah jika seorang keluarga keraton merangkap jabatan," terangnya. 

Menurut Wawan, kisah Sawunggaling dari Surabaya sendiri merupakan folklore (cerita tutur/legenda) yang berkembang di kalangan masyarakat melalui ludruk, yang terus dikembangkan dari masa ke masa.

Tak ada catatan sejarah yang secara rinci memuat Sawunggaling dari Surabaya ini. 

"Kapan dia lahir, kapan masa hidup dan meninggalnya masih menjadi sebuah misteri,” ujarnya.

Akan tetapi masyarakat tradisional Surabaya meyakini bahwa Sawunggaling adalah tokoh yg pernah hidup pada masanya dan berjasa bagi rakyat.

“Namun dari kisah tersebut dapat dipetik hikmahnya, yaitu seorang pemimpin haruslah jujur dan pro kepada rakyat meskipun jabatan sebagai taruhannya," pungkasnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Surabayapedia #surabaya #Adipati Jayengrono #Sawunggaling #lidah wetan #cerita rakyat #Joko Berek