RADAR SURABAYA - Pada era kolonial di Surabaya terdapat pabrik yang mampu memproduksi gerbong kereta api. Pabrik tersebut adalah NV Machinefabriek Braat Ngagel.
Machinefabriek Braat adalah perusahaan cikal bakal PT. Barata Indonesia dan telah berdiri sejak tahun 1901.
Dahulu dari diawali dari sebuah bengkel kecil rumahan di Boom Straat (Jalan Branjangan).
Kemudian pemilik memutuskan untuk memindahkan usahanya ke daerah seputaran Jalan Gatotan hingga memperluas pabriknya di kawasan Ngagel, Wonokromo.
Pemerhati sejarah kereta api Navy Eka Pattiruhu mengatakan, pemesan gerbong tersebut adalah Staatsporwegen (SS) atau perusahaan kereta api negara. Pemesanan gerbong oleh SS tersebut merupakan pemesanan pertama.
"NV Machine Fabriek Braat Ngagel mulai (produksi gerbong) tahun 1921," ujarnya.
Ia menambahkan, gerbong barang atau dalam istilah kereta api juga dikenal sebagai gerobak itu merupakan pesanan gerbong pertama kali yang dilakukan SS kepada NV. Braat.
"Jumlah total pengadaannya yaitu 80 unit dan berlanjut pada tahap kedua adalah 150 unit. Proses pengerjaan sendiri dilakukan di workshop atau bengkel konstruksi milik NV. Braat di Ngagel, Surabaya yang saat itu kondisinya masih baru digunakan," terangnya.
Navy menyatakan, selain pesanan berupa gerbong barang pada saat itu SS juga menyodorkan kontrak kepada NV.
Braat untuk pembuatan puluhan konstruksi bentang jembatan kecil dan atap kanopi Stasiun Tanjung Priuk yang ikonik. (rus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari