Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ngaglik, Saksi Bisu Perang 10 November 1945

Mus Purmadani • Kamis, 26 Desember 2024 | 18:35 WIB

 

SAKSI BISU: Di viaduk Ngaglik ini dahulu terjadi baku tembak antara sekutu dengan pejuang setempat dalam perang 10 November 1945.
SAKSI BISU: Di viaduk Ngaglik ini dahulu terjadi baku tembak antara sekutu dengan pejuang setempat dalam perang 10 November 1945.

RADAR SURABAYA – Ngaglik merupakan salah satu kawasan di Kecamatan Genteng, Surabaya.

Kawasan ini tidak hanya terkenal sebagai kampung lumpia, tapi juga viaduk yang gagal dibangun.

Pegiat Sejarah Kota Surabaya Nur Setiawan mengatakan, jika merujuk pada peta tahun 1866 serta catatan masa kolonial, Ngaglik merupakan salah satu pedukuhan lawas di Surabaya.

“Kampung ini diapit oleh pedukuhan lainnya, di sisi timur terdapat pedukuhan karang poeng (krampung), sedangkan di sisi barat ada dukuh Kalisari,” ujarnya kepada Radar Surabaya.

Wawan menambahkan berdsarkan sumber tutur atau folklore menyebut jika Ngaglik adalah alat yg digunakan untuk membuat kain.

Sedangkan pendapat lain mengatakan Ngaglik ialah alat yang digunakan oleh pengrajin gerabah, dari tanah liat menjadi sebuah alat untuk keperluan sehari-hari.

“Penduduk setempat juga mengaitkan jika Ngaglik adalah sejenis tanaman yg biasa tumbuh di tepi rawa, waduk atau kedung,” katanya.

Di Ngaglik, lanjut Wawan, juga terdapat situs cagar budaya peninggalan masa kolonial berupa viaduk kereta api yang gagal dibangun secara keseluruhan.

“Karena pada masa itu terjadi krisis ekonomi sehingga proyek tersebut mandeg,” jelasnya.

Saat pecah perang 10 Nopember 1945, di jalan Ngaglik sekitar viaduk para pejuang memblokade tentara sekutu agar tidak merangsek ke Timur.

“Terjadi baku tembak di tempat ini yg mengakibatkan jatuh korban dari kedua belah pihak. Termasuk di pertigaan jalan Ngaglik - Tambaksari, tempat ini juga menjadi saksi bisu ganasnya perang 10 Nopember,” pungkasnya.

Kini, Ngaglik menjadi kawasan niaga dan padat penduduk. Berbagai usaha dibuka di Kawasan itu.

Lokasinya yang dekat dengan pusat kota juga cukup strategis, sehingga diminati, baik untuk membuka usaha maupun pemukiman. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Surabayapedia #ngaglik #Perang 10 November 1945 #sejarah Surabaya