Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Inilah Stasiun Pertama di Kota Surabaya, Lokasinya Sempat Dipindah

Nurista Purnamasari • Minggu, 3 November 2024 | 18:33 WIB
LOKASI AWAL: Stasiun Surabaya Kota menjadi stasiun pertama yang dibangun di Kota Pahlawan.
LOKASI AWAL: Stasiun Surabaya Kota menjadi stasiun pertama yang dibangun di Kota Pahlawan.

RADAR SURABAYA - Transportasi kereta api menjadi primadona sejak zaman Hindia Belanda di Indonesia.

Selain itu, kendaraan yang dijuluki ular besi ini mampu diandalkan dan bisa menampung penumpang dan barang dengan jumlah banyak.

Sebagai kota jajahan utamapemerintah kolonial, Surabaya juga menjadi kawasan yang dilalui jalur kereta api di awal kemunculannya.

Stasiun Surabaya Kota menjadi stasiun pertama di Surabaya.

Pustakawan sekaligus pemerhati sejarah Universitas Ciputra (UC) Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, stasiun pertama di Surabaya adalah Stasiun Surabaya Kota alias Stasiun Semut adalah stasiun yang pertama kali dibangun di Surabaya.

“Stasiun ini dibangun tahun 16 Mei 1878 oleh Gubernur Jenderal Johan Wilhelm van Lansberg. Lokasi yang berada di kawasan Pabean Cantikan itu dulu rawa dan pemukiman kumuh warga tepian sungai Kalimas,” kata Chrisyandi.

Pada saat itu pemerintah kolonial Belanda membangun Stasiun Semut untuk mengangkut berbagai kebutuhan pokok, hasil bumi atau pertanian dari Malang Raya ke Surabaya.

Selain itu juga untuk membangun sistem transportasi untuk penyediaan air minum di kota besar seperti Surabaya, Pasuruan, Sidoarjo, dan Gresik.

Seiring perkembangan zaman, stasiun yang juga disebut Spoorwegen en Stoomtram Soerabaja oleh Belanda ini mulai diperluas dan dibenahi.

Stasiun pun digeser dari yang asli berada di sebelah timur kini digeser ke sebelah barat berjarak 300 meter dari stasiun awal.

“Di eranya stasiun ini menjadi stasiun utama di Jatim. Kereta jarak jauh sudah pasti berhenti di stasiun ini, seperti Eendaagsche Express atau sekarang KA Bima atau Biru Malam,” jelasnya. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Stasiun Surabaya Kota #Surabayapedia #stasiun semut #Pabean Cantikan