RADAR SURABAYA – Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran adalah wisata yang telah melegenda di kalangan masyarakat. Berdiri sejak tahun 1968, THP Kenjeran sudah menjadi destinasi wisata favorit tak hanya bagi warga Surabaya tapi juga dari luar kota.
Berbeda dari beberapa tahun lalu dimana fasilitas dan kebersihan yang kurang membuat masyarakat ogah datang ke sini. Kini, THP Kenjeran sudah jauh lebih berkembang dan nyaman dari segi fasilitas dan kebersihan.
Seperti telah disediakannya banyak tong sampah di berbagai tempat, gazebo, musala, kamar mandi dengan bilik yang banyak, wastafel yang modern, shower di beberapa spot dekat bibir pantai, hingga area bermain anak yang berada di tiap ujung THP Kenjeran.
Tak hanya itu, adanya dermaga yang cukup panjang membuat pengunjung juga dapat lebih masuk menikmati keindahan laut tanpa harus basah-basahan.
Pengunjung juga dapat menaiki perahu untuk berwisata ke tengah laut hingga ke pulau pasir dengan tarif Rp50.000 untuk dua orang tanpa harus menunggu kuota full. Tapi akan lebih murah jika naik bersama rombongan dengan harga hanya Rp10.000 per orang.
Selesai bermain, pengunjung juga bisa berbelanja oleh-oleh khas pesisir seperti aneka kerajinan dari kerang seperti gantungan kunci, bros, tirai, dan pigura.
Para penjual di sini telah berjualan puluhan tahun, seperti Nurul Mahmudah, 50, yang telah berjualan kerajinan kerang selama 30 tahun di THP Kenjeran.
“Saya sudah jualan 30 tahun di sini, ada pengepulnya. Tapi kalau yang gini-gini saya bikin sendiri dijual 25 ribu,” kata Nurul.
Nurul menjelaskan jika berbagai souvenir tersebut ia dapat dari pengepul lalu menjualnya di THP Kenjeran. Namun beberapa souvenir seperti pigura kerang susun empat ia bikin sendiri dan dijual dengan harga mulai dari Rp25.000.
Harga murah tersebut ia patok karena ia juga mendapatkan sewa tempat dengan harga Rp25.000 saja untuk satu petak. Souvenir yang paling laku adalah gelang dengan harga Rp10.000 dapat tiga dan tirai dari kerang.
Beralih ke sentra makanan dan oleh-oleh yang menjual berbagai makanan dan snack olahan ikan.
Di sini pengunjung dapat mencicipi aneka kerupuk sebelum membeli. Harga bervariatif tergantung ukuran. Pengunjung bisa membeli 3 jenis kerupuk berbeda dengan harga Rp25.000 saja.
Salah satu penjual oleh-oleh kerupuk, Husnul, 40, berkata jika ia telah berjualan lebih dari 20 tahun dan makanan yang ia jual tersebut ada beberapa dari pengepul dan ia buat sendiri.
“Saya jualan sudah lebih 20 tahun, kayak ini dari teripang saya dapat dari pengepul. Ini dari ikan wader, dari kerang, sama rengginang yang dicampur kerang bambu saya bikin sendiri,” kata Husnul.
THP Kenjeran juga memiliki berbagai tempat makanan dengan banyak menu. Mulai dari makanan khas Surabaya yaitu lontong kupang, rawon, lontong mie dan lain sebagainya.
Salah satu penjual makanan, Mei, 40, sudah berjualan selama 10 tahun. Mei berjualan setiap hari kecuali Jumat. “Ini stannya (bayar) bulanan, Rp148.000 sudah sama listrik dan air,” kata Mei.
Berbeda dengan penjual souvenir dan kerupuk, tempat penjual makanan berat di THP Kenjeran memiliki tempat dan bangunan sendiri.
Di dalamnya juga terdapat ruangan kecil sebagai dapur dan tempat menyimpan stok dan barang.
Di pelatarannya terdapat teras yang cukup luas dan satu set meja kursi untuk pengunjung.
Terakhir, di dekat pintu keluar terdapat pedagang yang menjual hewan-hewan peliharaan untuk hobi seperti keong bergambar, ikan hias, kura-kura dan hamster.
Salah satu pedagang di sana berkata jika telah berjualan hampir 15 tahun. Ia mengatakan jualannya ramai ketika para pengunjung hendak pulang karena lokasinya dekat pintu keluar. Pembelinya juga kebanyakan anak-anak yang sedang wisata sekolah di sana.
THP Kenjeran buka setiap hari dengan harga tiket masuk Rp10.000 pada hari biasa dan Rp15.000 di hari libur seperti Sabtu, Minggu dan tanggal merah.
Para pengunjung bisa mendapatkan harga jauh lebih murah jika membeli tiket rombongan. Tiket bisa didapatkan melalui website tiketwisata.surabaya.go.id. Loket akan dibuka pukul 07.00-16.00 WIB, lebih dari jam itu tiket sudah tidak bisa di scan. (ang/sas/jay)
Editor : Jay Wijayanto