Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pabrik Gula Bagong di Gubeng, Berdiri Tahun 1800-an hingga Kini Bangunannya Masih Ada

Fajar Yuliyanto • Rabu, 21 Agustus 2024 | 14:05 WIB
SAKSI BISU: Pabrik Gula Bagong di Gubeng yang Nampak terbengkalai namun masih kelihatan megah.
SAKSI BISU: Pabrik Gula Bagong di Gubeng yang Nampak terbengkalai namun masih kelihatan megah.

RADAR SURABAYA – Sebagai kota yang cukup berkembang di masa Hindia Belanda, perdagangan dan industri menjadi sektor yang Berjaya kala itu.

Berbagai jejak kejayaan industri masih bisa ditemui di beberapa sudut kota.

Tak hanya di kawasan Surabaya Utara saja, namun juga menyebar kea rah selatan.

Salah satu jejak kejayaan industri di Surabaya yakni pabrik gula atau Suikerfabriek Bagong yang terletak di kawasan Ngagel. Pabrik gula Bagong didirikan sekitar akhir tahun 1800-an.

Pemerhati sejarah Surabaya, Nur Setiawan mengatakan, pabrik ini memproduksi gula pasir yang bahan bakunya berasal dari tebu dan dipasarkan secara lokal maupun mancanegara.

Tebu sebagai bahan baku ditanam di sekitar pabrik seperti di wilayah Ngagel, Gubeng dan sekitarnya.

“Jadi masyarakat yang tinggal di seputar wilayah tadi merupakan pekerja yang merawat tanaman tebu. Kemudian dibawa ke pabrik sebagai bahan pembuat gula,” kata Nur Setiawan. 

Menurutnya, di akhir abad 19, pabrik gula di Surabaya termasuk Suikerfabriek Bagong masih dikelola secara tradisional.

Tebu diperas menggunakan alat giliran berupa grinder berbahan logam yang diputar secara manual menggunakan tenaga sapi.

Air perasan tebu diproses sedemikian rupa sehingga menghasilkan butiran-butiran lembut berwarna putih dan mempunyai rasa yang manis. 

Manisnya rasa gula tebu juga dirasakan oleh para pengusaha pabrik gula berupa pundi-pundi gulden.

Pabrik gula tersebut mulai mengalami modernisasi memasuki awal abad 20 atau sekitar tahun 1900-an.

“Saat dulu masih menggunakan alat tradisional, namun di tahun 1900-an sudah menggunakan mesin-mesin industri,” tuturnya.

Meskipun sudah lama tutup, namun bangunan pabrik gula Bagong masih bisa dilihat di kawasan Gubeng.

Bangunannya masih terlihat utuh dan megah. Sayangnya bangunan tersebut dibiarkan kosong dan terbengkalai.

Halamannya ditumbuhi bangunan tanaman liar yang tumbuh tinggi. Namun bangunan bergaya colonial dengan cat putih tersebut menjadi saksi kejayaan industri gula di Surabaya kala itu. (jar/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Surabayapedia #surabaya #pabrik gula #pabrik gula bagong #hindia belanda #sejarah Surabaya