RADAR SURABAYA - Keberadaan bunker di pusat pemerintahan zaman kolonial Belanda di Surabaya menjadi hal biasa.
Masyarakat Eropa kala itu, membangun bunker di lokasi-lokasi strategis dan bangunan-bangunan penting, terutama objek vital.
Pemerintahan Hindia Belanda saat itu membuat beberapa bunker di kantor pemerintahan hingga rumah sakit.
Pemerhati Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengatakan, bunker tersebut dibangun di lokasi objek vital.
Ini dibangun sebagai tempat perlindungan bagi pejabat pemerintah hingga rumah sakit yang didirikan Belanda.
Tidak hanya itu saja, bunker juga bisa dijumpai di beberapa kantor polisi dan kantor-kantor penting lainnya pada masa itu.
"Intinya untuk perlindungan jika ada serangan atau perang," tuturnya.
Dia mengatakan, menemukan bunker di kantor pemerintahan dan objek vital bukan sesuatu yang mustahil.
Tidak hanya objek vital saja, namun juga bisa ditemui di rumah loji. Rumah loji atau perumahan warga Eropa zaman dulu selalu dilengkapi bunker.
Selain itu, banyak kantor-kantor baik milik pemerintah maupun swasta yang juga terdapat bunker.
Bunker yang ditemukan dibangunan peninggalan kolonial Belanda seperti di bekas kantor Haandels Vereeniging Amsterdam (HVA) atau juga disebut sebagai asosiasi pedagang Amsterdam yang kini menjadi kantor PT Perkebunan Nusantara XI.
Pintu baja besar yang identik dengan pintu bunker juga terdapat di bekas kantor Unie Bank di kawasan Kembang Jepun yang sekarang menjadi kantor Radar Surabaya.
Sementara bunker di objek vital seperti terdapat di Kantor Korps Cacat Veteran Republik Indonesia (KCVRI) yang dulu merupakan markas pasukan militer rahasia Belanda.
Bangunan peninggalan kolonial lain yang terdapat bunker seperti Balai kota Surabaya, kemudian Tangsi Djotangan yang kini menjadi kantor Polrestabes Surabaya.
"Mungkin saat itu ada semacam imbauan untuk masyarakat Eropa yang menetap agar membangun bunker," terangnya.
Hal itu sebagai jaga-jaga tempat berlindung saat terjadi perang. Itu juga menjadi hal yang umum pada saat itu. (gun/nur)
Editor : Nurista Purnamasari