KEMBANG JEPUN- Mengunjungi kawasan Kota Lama Surabaya, khusus di zona Pecinan, ada banyak hal yang bisa dijelajahi.
Salah satunya yakni tempat potong rambut legendaris yang ada di Jalan Kembang Jepun, Shin Hua.
Setelah sempat hampir gulung tikar dan sepi pelanggan pasca pandemi Covid-19, tempat pangkas rambut tertua di Indonesia ini akhirnya bangkit kembali.
Setelah Pemerintah Kota Surabaya membuka kembali kawasan Kota Lama, Shin Hua Barbershop yang ada di kawasan Pecinan juga mengalami perubahan tampilan.
Tempat pangkas rambut yang sudah ada sejak 1911 ini tampak dicat ulang dan diberi plang nama hijau dengan aksara Han.
Dari pantauan Radar Surabaya, masuk ke dalam tempat pangkat rambut ini, kini langsung disambut dengan customer service perempuan mengenakan pakaian tradisional adat China. Selain itu ruangannya sudah ber-AC.
“Sekarang barber-nya ada lima orang, jam kerjanya bergantian. Jadi bukanya mulai pukul 09.00 hingga 21.00,” ujar Bahri salah satu barber kepada Radar Surabaya, Jumat (19/7).
Tan Ting Kuang atau Eddy Koestanto (75) mengatakan, kalau Shin Hua saat ini dikelola oleh adiknya Tan Ting Kok yang akrab disapa Tejo (67). “Tapi dia sekarang lagi sakit dirawat di rumah sakit,” katanya.
Eddy mengatakan, Shin Hua didirikan oleh ayahnya, Tan Shin Tjo pada tahun 1911. Dalam bahasa Indonesia Shin Hua berarti baru mekar.
"Ayah saya berasal dari Hokkiu, Tiongkok yang mengadu nasib di Surabaya. Jadi waktu itu buka mulai pukul 6 pagi hingga 6 petang. Ayah saya mendatangkan 20 kursi langsung dari Tiongkok," jelasnya.
Eddy mengatakan, ayahnya memiliki 17 anak, namun yang mau meneruskan untuk menjadi tukang cukur hanya dirinya dan adiknya.
"Jadi ayah saya punya dua istri. Yang istri dari Tiongkok punya anak lima, sedangkan ibu saya asli Jawa dari Malang. Tapi yang neruskan usaha ayah ya cuma saya, sekitar tahun 1965," terangnya.
Tepatnya saat masih berusia 15 tahun setelah sekolah China ditutup. Pada awal mula meneruskan usaha ayahnya tersebut, tempat barbershop-nya masih berada di bawah.
Kemudian, pada 1974, baru dia pindahkan ke lantai dua yang secara tempat sedikit lebih luas. Secara posisi, penataannya masih serupa saat di bawah. Termasuk dengan perabotnya.
Untuk memotong rambut, Eddy sudah menggunakan gunting mesin. Begitu juga saat ayahnya. ’’Gunting mesinnya masih yang jadul,” katanya.
Eddy mengatakan, kalau dirinya pernah didatangi timnya Presiden Joko Widodo yang menulis buku terkait pangkas rambut terlama di Indonesia. Jadi Shin Hua ditetapkan sebagai pangkas rambut terlama di Indonesia. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari