RADAR SURABAYA - Harian Radar Surabaya genap berusia 25 tahun pada Selasa (24/2/2026). Di ulang tahun perak ini, Radar Surabaya bertekad meneguhkan diri tetap berdiri tegak di tengah arus disrupsi digital yang kian deras. Bukan sekadar bertahan, tapi terus menjaga semangat dan asa agar tetap eksis sebagai media mainstream yang dipercaya publik.
Di era ketika informasi beredar tanpa batas dan hoaks menyebar setiap detik, peran media arus utama menjadi semakin penting. Radar Surabaya memilih tetap berada di jalur jurnalisme yang jernih. Mengedepankan prinsip cover both sides, menjaga keseimbangan, dan menghadirkan informasi yang terverifikasi.
Bagi Radar Surabaya, kecepatan bukan segalanya. Akurasi dan tanggung jawab adalah yang utama.
Selama 25 tahun, Radar Surabaya tumbuh bersama Kota Pahlawan. Menjadi saksi, sekaligus bagian dari dinamika pembangunan. Media ini terus berupaya menjadi mitra strategis bagi pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Bukan sekadar menyampaikan berita, tetapi juga menjembatani aspirasi, kritik, dan solusi.
Usia 25 tahun adalah fase matang bagi sebuah koran lokal. Cukup pengalaman untuk memahami medan, cukup bijak untuk menentukan arah. Tantangan ke depan jelas tidak ringan. Digitalisasi mengubah pola konsumsi informasi, sekaligus menghadirkan kompetisi yang semakin ketat. Namun, dengan fondasi yang kuat, Radar Surabaya optimistis tetap relevan.
Momentum ulang tahun kali ini terasa lebih dalam karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Sebuah waktu yang tepat untuk merenung dan refleksi. Mengingat kembali tujuan awal, memperbaiki yang kurang, dan menyusun langkah-langkah strategis menghadapi masa depan.
Radar Surabaya percaya, jurnalisme yang jujur dan berimbang akan selalu menemukan tempat di hati pembaca. Dengan semangat itu, langkah ke depan terus diayun—lebih adaptif, lebih inovatif, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang selama ini dijaga. (*)
Editor : Lambertus Hurek