Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Simpan Makanan Bersantan Khas Lebaran Ini Agar Tidak Cepat Basi

M
Tips : Agar opor, gulai, dan rendang tetap tahan lama dan tetap enak disantap. Foto : Ist
Tips : Agar opor, gulai, dan rendang tetap tahan lama dan tetap enak disantap. Foto : Ist

Advertisement

RADAR SURABAYA – Hidangan bersantan seperti opor ayam, gulai, hingga rendang hampir selalu menjadi “bintang meja” saat Lebaran. Rasanya yang gurih dan kaya rempah memang sulit ditolak. Namun di balik kelezatannya, makanan bersantan dikenal mudah basi jika tidak ditangani dan disimpan dengan cara yang tepat.

Kandungan santan yang tinggi membuat hidangan cepat rusak, terlebih jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Kondisi ini dapat mempercepat pertumbuhan bakteri yang berpotensi menurunkan kualitas makanan sekaligus membahayakan kesehatan.

Advertisement

Salah satu langkah penting yang kerap diabaikan adalah menyimpan makanan saat masih panas. Padahal, makanan sebaiknya didiamkan terlebih dahulu hingga benar-benar dingin. Uap air dari makanan panas dapat memicu kondensasi di dalam wadah, yang menjadi salah satu faktor penyebab makanan lebih cepat basi.

Penggunaan wadah yang bersih dan tertutup rapat juga sangat disarankan. Wadah kedap udara mampu menjaga kesegaran makanan sekaligus mencegah bau bercampur dengan bahan makanan lain di dalam lemari pendingin.

Advertisement

Menyimpan makanan bersantan di kulkas menjadi cara efektif untuk memperpanjang daya tahannya. Suhu dingin dapat memperlambat pertumbuhan mikroorganisme sehingga hidangan tetap aman dikonsumsi hingga beberapa hari ke depan.

Agar lebih praktis, makanan sebaiknya disimpan dalam porsi kecil. Cara ini memudahkan saat akan menghangatkan kembali tanpa perlu memanaskan seluruh stok, yang justru dapat menurunkan kualitas rasa dan tekstur.

Untuk penyimpanan jangka lebih panjang, makanan bisa dimasukkan ke dalam freezer. Dengan metode pembekuan yang tepat, hidangan bersantan seperti rendang dan gulai dapat bertahan hingga berminggu-minggu.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tidak mencampur makanan baru dengan sisa yang lama. Kebiasaan ini berisiko menimbulkan kontaminasi silang yang mempercepat proses pembusukan.

Saat hendak disajikan kembali, pastikan makanan dipanaskan hingga benar-benar mendidih. Proses ini penting untuk membantu membunuh bakteri yang mungkin berkembang selama masa penyimpanan.

Namun, hindari memanaskan makanan berulang kali. Ambil secukupnya saja agar cita rasa dan kualitas hidangan tetap terjaga.

Advertisement
Editor : M Firman Syah

Artikel Terkait

Gen Z Lebih Dulu "Makan Kamera", Hidangan Baru Disantap Setelah Difoto

Gen Z Lebih Dulu "Makan Kamera", Hidangan Baru Disantap Setelah Difoto

Kebiasaan memotret makanan sebelum disantap semakin lekat dengan Generasi Z. Didorong media sosial, aktivitas sederhana itu berkembang menjadi bagian dari gaya hidup digital dan pengalaman kuliner modern.

Seporsi Mie Ayam Tak Pernah Kehilangan Penggemar, Ini Alasan di Baliknya

Seporsi Mie Ayam Tak Pernah Kehilangan Penggemar, Ini Alasan di Baliknya

Mie ayam menjadi salah satu kuliner paling populer di Indonesia. Cita rasa yang khas, harga yang terjangkau, variasi menu yang beragam, serta mudah ditemukan di mana saja membuat hidangan ini tetap menjadi favorit masyar

Begini Siasat Terdakwa Pasutri Jual Makanan dan Minuman Kadaluwarsa di Surabaya dan Sidoarjo

Begini Siasat Terdakwa Pasutri Jual Makanan dan Minuman Kadaluwarsa di Surabaya dan Sidoarjo

Praktik peredaran produk makanan dan minuman kedaluwarsa di Surabaya dan Sidoarjo akhirnya terungkap.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer