Peti Kemas dan BBM Dongkrak Angkutan Barang KAI Daop 8

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:57 WIB
Angkutan peti kemas mendominasi dengan volume 1.517.484 ton. Angkutan BBM mencapai 687.769 ton. (Istimewa)
Angkutan peti kemas mendominasi dengan volume 1.517.484 ton. Angkutan BBM mencapai 687.769 ton. (Istimewa)

RADAR SURABAYA – Volume angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencapai 2.260.678 ton selama Januari–September 2026.

Capaian tersebut meningkat 8,37 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 2.086.077 ton. Angkutan peti kemas dan bahan bakar minyak (BBM) menjadi kontributor utama.

Berdasarkan data KAI Daop 8 Surabaya, kenaikan volume angkutan barang mencapai 174.601 ton dalam sembilan bulan pertama 2026.

Pertumbuhan ini menunjukkan peran kereta api dalam mendukung distribusi logistik, kebutuhan industri, perdagangan, hingga pasokan energi.

Angkutan peti kemas mendominasi dengan volume 1.517.484 ton. Sementara itu, angkutan BBM mencapai 687.769 ton.

Adapun angkutan retail tercatat sebanyak 37.139 ton dan komoditas lainnya sebesar 18.286 ton.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, pertumbuhan angkutan barang tersebut menjadi capaian positif sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas layanan.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Perkuat Sinergi Atasi Karhutla di Jawa Timur

“Pertumbuhan sebesar 8,37 persen hingga September 2026 merupakan capaian positif bagi KAI Daop 8 Surabaya.

Angkutan peti kemas dan BBM menjadi kontributor utama yang menunjukkan pentingnya peran kereta api dalam mendukung distribusi logistik dan kebutuhan energi,” ujar Mahendro, Minggu (25/10).

Menurut dia, KAI Daop 8 Surabaya terus mengoptimalkan operasional dengan mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, dan keandalan layanan.

 Upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan pengiriman pelanggan dapat terpenuhi secara optimal.

Angkutan barang menggunakan kereta api juga memiliki potensi mendukung efisiensi logistik.

Kapasitas angkut yang besar memungkinkan pengiriman berbagai komoditas dalam satu rangkaian perjalanan.

Penggunaan moda ini juga berpotensi mengurangi dampak lingkungan dibandingkan distribusi yang bergantung pada angkutan jalan raya.

Ke depan, KAI Daop 8 Surabaya akan memperkuat kerja sama dengan pelanggan dan mitra logistik untuk meningkatkan daya saing layanan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Segel Rumah Potong Unggas Ilegal di Bratang Gede

Optimalisasi kapasitas dan penguatan operasional menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan distribusi barang yang terus berkembang.

“Kami berharap kereta api dapat menjadi mitra strategis dunia usaha dalam mendukung efisiensi logistik, memperlancar distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tuturnya.

KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen meningkatkan kualitas angkutan barang melalui penguatan operasional dan kolaborasi berkelanjutan.

Langkah ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi kereta api terhadap kelancaran distribusi logistik di wilayah operasionalnya.(rmt) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
kai daop 8 surabaya peti kemas bbm