RADAR SURABAYA – Warga Surabaya diperkirakan akan menikmati cuaca yang relatif stabil pada Rabu (29/7/2026). Sepanjang hari, kondisi cuaca didominasi langit berawan hingga mendung tanpa potensi hujan yang signifikan.
Memasuki pagi hari sekitar pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, menurut BMKG, cuaca diperkirakan mendung dengan suhu berkisar 24–25 derajat Celsius. Kelembapan udara masih cukup tinggi, mencapai 88–93 persen, sementara angin bertiup pelan dengan kecepatan sekitar 5 kilometer per jam.
Menjelang siang, suhu udara mulai meningkat. Pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, suhu mencapai 30–31 derajat Celsius dengan suhu yang dirasakan dapat menyentuh 34–35 derajat Celsius. Meski langit tetap didominasi awan, peluang terjadinya hujan tercatat sangat rendah, bahkan mencapai 0 persen pada rentang waktu tersebut.
Baca Juga: ITS Kembangkan Mobil Otonom Terjangkau, Ubah Mobil Listrik Bisa Berjalan Tanpa Sopir
Kecepatan angin juga meningkat secara bertahap menjadi 8–13 kilometer per jam, sehingga masih memberikan sirkulasi udara yang cukup nyaman meskipun kondisi terasa lebih panas akibat tingginya suhu dan kelembapan.
Memasuki sore hingga malam hari, cuaca diperkirakan tetap berawan. Suhu udara berangsur turun dari 29 derajat Celsius pada pukul 17.00 WIB menjadi sekitar 26–27 derajat Celsius menjelang tengah malam. Kelembapan kembali meningkat hingga mencapai 90 persen, sementara peluang hujan hanya berkisar 4–10 persen dengan prakiraan curah hujan nihil.
Secara umum, kondisi cuaca di Surabaya pada Rabu diperkirakan cukup kondusif untuk berbagai aktivitas di luar ruangan. Meski demikian, masyarakat tetap disarankan menjaga kecukupan cairan tubuh dan mengurangi paparan sinar matahari langsung saat siang hari karena suhu terasa dapat mencapai 35 derajat Celsius.
Pengendara juga diimbau tetap berhati-hati, terutama pada pagi dan malam hari ketika kelembapan udara cukup tinggi yang dapat sedikit mengurangi jarak pandang. Dengan potensi hujan yang sangat rendah sepanjang hari, aktivitas masyarakat diperkirakan dapat berlangsung tanpa gangguan cuaca yang berarti.
Editor : Lambertus Hurek