RADAR SURABAYA – Menjelang pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T.,
mengajak calon mahasiswa baru tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, semangat patriotisme, dan kecintaan terhadap Tanah Air selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Menurut Harjo, identitas Untag Surabaya sebagai Kampus Merah Putih bukan sekadar slogan.
Julukan tersebut menjadi ruh yang diterapkan dalam seluruh proses pendidikan, budaya akademik, hingga kehidupan mahasiswa sehari-hari.
"Identitas Kampus Merah Putih menjadi nilai yang diimplementasikan dalam proses pendidikan hingga budaya akademik di lingkungan kampus," ujar Harjo, Minggu (26/7).
Untag Surabaya Lahir dari Semangat Kemerdekaan
Harjo menjelaskan, nama Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dipilih untuk mengabadikan momentum bersejarah kemerdekaan Indonesia.
Berdirinya perguruan tinggi ini juga tidak terlepas dari gagasan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang menginginkan hadirnya institusi pendidikan
tinggi yang mampu mencetak generasi penerus berjiwa nasionalis serta siap membangun bangsa.
Semangat tersebut terus dijaga hingga kini melalui berbagai kebijakan akademik maupun kegiatan kemahasiswaan yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh sivitas akademika.
Catur Dharma Jadi Pembeda Untag Surabaya
Salah satu ciri khas Untag Surabaya adalah penerapan Catur Dharma Perguruan Tinggi. Berbeda dengan mayoritas perguruan tinggi yang berpedoman pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, Untag Surabaya menambahkan satu dharma, yakni patriotisme.
Nilai patriotisme diwujudkan melalui berbagai program, seperti mata kuliah Patriotisme yang wajib diikuti seluruh mahasiswa, menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB, serta penggunaan pakaian
adat pada momen tertentu sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia.
"Wujud nyata nilai patriotisme antara lain melalui mata kuliah Patriotisme yang wajib diambil seluruh mahasiswa, penyanyian lagu Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB oleh
seluruh sivitas akademika, serta penggunaan pakaian adat pada momen tertentu sebagai bentuk penghargaan terhadap keberagaman budaya Nusantara," jelasnya.
Lima Nilai Dasar Bentuk Karakter Mahasiswa
Selain patriotisme, Untag Surabaya juga menanamkan lima basis nilai kepada seluruh mahasiswa, yakni kebangsaan, kejujuran, kecerdasan, keberagaman, dan kreativitas.
Kelima nilai tersebut menjadi pedoman dalam proses pembelajaran, organisasi kemahasiswaan, hingga interaksi di lingkungan kampus.
"Kampus telah menyiapkan berbagai sarana, prasarana, dan program agar lima basis nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," kata Harjo.
Rektor Ajak Mahasiswa Maksimalkan Masa Kuliah
Menjelang PKKMB 2026, Harjo berpesan agar mahasiswa baru memanfaatkan masa kuliah sebagai kesempatan membangun karakter sekaligus meningkatkan kompetensi.
"Untuk calon mahasiswa baru, inilah tanggung jawab karakter yang harus kalian emban. Rajinlah belajar dan terapkan lima basis nilai Untag Surabaya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan karakter yang kuat dan semangat patriotisme, saya yakin kalian akan mampu menjadi lulusan yang unggul serta siap berkontribusi bagi bangsa," pungkasnya.
Sebagai informasi, Untag Surabaya berawal dari Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) yang didirikan pada 17 Agustus 1954 oleh para tokoh nasionalis dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa setelah Indonesia merdeka.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan