RADAR SURABAYA - Foto seekor harimau Sumatera bertubuh kurus yang disebut berasal dari Kebun Binatang Surabaya (KBS) kembali viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Unggahan tersebut memicu beragam komentar warganet, terlebih di tengah mencuatnya kasus dugaan korupsi di tubuh PD Taman Satwa KBS.
Namun, manajemen KBS memastikan foto tersebut bukan menggambarkan kondisi terkini. Harimau dalam foto itu bahkan telah mati sejak 2009 setelah menjalani perawatan akibat gangguan pada sistem pencernaan.
Baca Juga: Kejati Jatim Tetapkan Mantan Dirut KBS Jadi Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Capai Rp 10,2 Miliar
Kepala Seksi Humas KBS Lintang Ratri Sunarwidhi membenarkan bahwa harimau yang beredar di media sosial memang pernah dirawat di KBS. Meski demikian, ia menegaskan foto tersebut merupakan dokumentasi lama, jauh sebelum proses pembenahan pengelolaan KBS dilakukan.
"Gambar-gambar tadi memang berasal dari KBS, tetapi itu foto sebelum tahun 2009. Jadi memang benar ada harimau yang kondisinya sangat kurus pada waktu itu," ujarnya.
kBaca Juga: Wisatawan KBS Tembus Ratusan Ribu, Favorit saat Liburan Sekolah di Surabaya
Lintang menjelaskan, harimau tersebut merupakan satwa hibah dari masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter hewan, satwa itu mengalami gangguan pencernaan akibat pola makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan biologis harimau.
"Harimau itu merupakan sumbangan warga. Setelah kami lakukan pemeriksaan, diketahui sebelumnya terbiasa diberi makan nasi rawon. Akibat pola makan tersebut, satwa mengalami gangguan pencernaan sehingga kondisi kesehatannya terus menurun," jelasnya.
Baca Juga: KBS Pinjamkan Komodo ke Jepang, Program Konservasi Ini Disiapkan 10 Tahun!
Meski telah mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter hewan KBS, kondisi harimau tersebut tidak berhasil dipulihkan. Satwa itu akhirnya mati pada 2009 akibat gangguan pencernaan yang dideritanya.
"Itu sudah mati sejak tahun 2009. Kebetulan saya sendiri yang menangani saat proses kematiannya," ungkap Lintang.
Baca Juga: Menuju Smart Tourism City, KBS Sudah Terapkan Sistem Pembayaran Parkir QRIS dan e-Money
Ia menyayangkan foto lama tersebut kembali beredar tanpa disertai penjelasan mengenai waktu pengambilannya. Menurutnya, hal itu berpotensi menimbulkan persepsi keliru seolah-olah kondisi tersebut masih terjadi di KBS saat ini.
"Kami sangat menyayangkan foto-foto yang sangat lama itu kembali diunggah seolah-olah merupakan kondisi sekarang. Padahal setelah KBS diambil alih Pemerintah Kota Surabaya, banyak pembenahan yang dilakukan, termasuk pengawasan terhadap kesehatan dan kesejahteraan satwa," katanya.
Menurut Lintang, pengawasan terhadap pengelolaan dan kesejahteraan satwa di KBS kini jauh lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Bersama Pemerintah Kota Surabaya, manajemen terus melakukan pembenahan untuk memastikan standar perawatan satwa tetap terjaga.
Karena itu, pihak KBS mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Warga diminta memastikan terlebih dahulu kebenaran dan konteks sebuah foto sebelum menyebarkannya kembali.
"Informasi yang tidak utuh dapat menimbulkan kesalahpahaman dan membentuk opini yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya," pungkasnya. (dim/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar surabaya