Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hotline Cak Eri Sudah Tembus 1.442 Laporan, Parkir di Surabaya Jadi Aduan Terbanyak

Dimas Mahendra • Jumat, 17 Juli 2026 | 17:05 WIB
EVALUASI: Pengelolaan parkir di Surabaya masih jadi salah satu  PR Pemkot Surabaya.
EVALUASI: Pengelolaan parkir di Surabaya masih jadi salah satu  PR Pemkot Surabaya.

RADAR SURABAYA - Persoalan parkir masih menjadi pekerjaan rumah terbesar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Hal itu tercermin dari data Hotline Cak Eri, yang menunjukkan keluhan terkait parkir menjadi laporan terbanyak yang disampaikan masyarakat.

Sejak layanan pengaduan tersebut diluncurkan pada 11 Mei hingga 16 Juli 2026, tercatat sebanyak 9.217 laporan masuk ke Pemkot Surabaya. Dari jumlah itu, 1.442 laporan atau sekitar 16 persen berkaitan dengan persoalan parkir, mulai dari parkir liar, parkir non-tunai, hingga pelanggaran dalam pengelolaan parkir.

Baca Juga: Ratusan Aduan Masuk Setiap Hari, Hotline “Lapor Cak Eri” Jadi Barometer Kecepatan Birokrasi Surabaya

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan tingginya jumlah aduan menunjukkan masyarakat semakin aktif memanfaatkan Hotline Cak Eri untuk mengawasi pelayanan publik.

"Fluktuasinya memang cukup tinggi. Saat pertama diluncurkan pada 11 Mei jumlah laporan sangat besar, kemudian menurun pada Juni. Namun memasuki akhir Juni hingga Juli kembali meningkat, bahkan bisa mencapai lebih dari 300 laporan setiap hari. Seluruh laporan itu harus kami tindak lanjuti maksimal dalam waktu 1x24 jam," ujar Eddy, Jumat (17/7).

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Hotline Lapor Cak Eri Bisa Dipantau Real Time

Menurutnya, seluruh laporan yang masuk tetap dipantau langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Meski tidak semua pesan dibalas secara pribadi, setiap aduan langsung diteruskan kepada perangkat daerah yang berwenang agar segera ditindaklanjuti.

"Semua laporan yang dikirim warga dibaca oleh Pak Wali Kota. Memang tidak semuanya dijawab langsung karena jumlahnya sangat banyak, tetapi seluruhnya langsung diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk segera ditindaklanjuti," katanya.

Baca Juga: Serap Aspirasi, DPRD Surabaya Buka Layanan Hotline Aduan Masyarakat

Eddy menjelaskan, masih banyak masyarakat yang mengira laporannya diabaikan karena tidak mendapat balasan langsung dari wali kota. Padahal, sistem yang diterapkan lebih mengutamakan percepatan penyelesaian masalah daripada membalas setiap pesan satu per satu.

"Kalau setiap hari ada 300 sampai 400 WhatsApp yang harus dijawab sendiri oleh wali kota tentu membutuhkan waktu yang sangat panjang. Karena itu, fokus kami adalah memastikan setiap laporan segera ditangani," jelasnya.

Baca Juga: Polda Jatim Buka Hotline Aduan, karena Kerangka yang Ditemukan di Rungkut Surabaya Sulit Diidentifikasi

Khusus laporan terkait parkir, setiap aduan langsung diteruskan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya untuk dilakukan pengecekan di lapangan. Setelah penanganan selesai, petugas mengirimkan dokumentasi berupa foto dan waktu pelaksanaan sebagai bukti bahwa laporan telah ditindaklanjuti.

"Misalnya ada laporan parkir non-tunai atau persoalan parkir lainnya, Dishub langsung turun ke lapangan. Setelah selesai, mereka mengirimkan laporan balik beserta foto dan waktu pelaksanaannya sehingga progres penanganannya bisa dipantau," ungkap Eddy.

Selain persoalan parkir, kategori laporan terbanyak berikutnya adalah lalu lintas, kemacetan, dan pedagang kaki lima (PKL) sebanyak 823 laporan. Disusul sektor pendidikan dengan 817 laporan yang meningkat selama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Selanjutnya, terdapat 715 laporan terkait sosial kemasyarakatan, 542 laporan mengenai infrastruktur jalan, 421 laporan tentang ketenteraman dan ketertiban umum, 385 laporan fasilitas umum dan sosial lainnya, 367 laporan ketenagakerjaan, serta 355 laporan mengenai drainase atau saluran.

Dari total 9.217 laporan yang diterima hingga 16 Juli 2026, sebanyak 9.077 aduan telah diselesaikan. Sementara 103 laporan lainnya masih dalam proses penanganan karena baru diterima sehari sebelumnya dan masih berada dalam batas waktu penyelesaian maksimal 1x24 jam.

Eddy menambahkan, selain melalui tindak lanjut perangkat daerah, Wali Kota Eri Cahyadi juga tetap turun langsung ke lapangan untuk menangani persoalan yang membutuhkan perhatian khusus, seperti yang sebelumnya dilakukan di kawasan Jalan Nias, Tambak Wedi, hingga Sambikerep.

"Kalau memang ada persoalan yang membutuhkan penanganan langsung, beliau akan turun ke lapangan. Namun secara umum seluruh laporan tetap diselesaikan melalui sistem yang sudah berjalan," pungkasnya. (dim/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar surabaya
parkir aduan CAK ERI hotline Laporan