RADAR SURABAYA – Cuaca di Surabaya pada Sabtu (11/7/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan sepanjang hari. Peluang hujan sangat kecil, sehingga masyarakat dapat beraktivitas di luar ruangan dengan kondisi cuaca yang relatif mendukung.
Pada pagi hari, suhu udara berkisar 24 derajat Celsius mulai pukul 05.00 hingga 07.00 WIB dengan kondisi berawan hingga cerah berawan. Memasuki siang hari, suhu meningkat secara bertahap mencapai 30–31 derajat Celsius pada pukul 12.00–15.00 WIB di bawah langit yang didominasi cerah dan cerah berawan.
Menjelang sore hingga malam, suhu mulai menurun. Pada pukul 18.00 WIB suhu berada di kisaran 28 derajat Celsius, kemudian turun menjadi 26 derajat Celsius pada malam hari dan mencapai sekitar 25 derajat Celsius menjelang tengah malam.
Baca Juga: Sekdaprov Jatim: SILPA Tinggi Didominasi Efisiensi Anggaran
Kecepatan angin berkisar 4–13 kilometer per jam, sedangkan kelembapan udara berada pada kisaran 49–88 persen. Sepanjang hari, peluang hujan diprakirakan 0 persen, sehingga tidak ada potensi hujan yang signifikan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa suhu udara pada malam hingga dini hari selama musim kemarau saat ini cenderung terasa lebih dingin dibandingkan biasanya.
Kondisi tersebut merupakan dampak bertiupnya angin monsun timur yang berasal dari Benua Australia. Angin ini membawa massa udara yang lebih kering dan relatif lebih dingin menuju wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Baca Juga: PGN Raih Penghargaan GCG Awards 2026, Bukti Komitmen Tata Kelola dan Integritas Perusahaan
Selain itu, langit yang relatif cerah dengan tutupan awan yang tipis membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari. Akibatnya, suhu udara turun lebih cepat sehingga masyarakat merasakan udara malam yang lebih sejuk, terutama menjelang dini hari.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondisi kesehatan, terutama bagi yang beraktivitas pada malam hingga pagi hari. Pengendara sepeda motor maupun warga yang berolahraga pada pagi hari disarankan mengenakan pakaian yang lebih hangat untuk mengurangi dampak udara dingin selama musim kemarau. (*)
Editor : Lambertus Hurek