Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Enam Guru Besar Baru ITS Dikukuhkan, Hadirkan Inovasi Kecerdasan Buatan hingga Teknologi Ramah Lingkungan

Rahmat Sudrajat • Jumat, 10 Juli 2026 | 20:08 WIB
Rektor ITS bersama enam guru besar baru usai prosesi pengukuhan di Auditorium Gedung Research Center ITS, Jumat (10/7). Pengukuhan ini memperkuat kontribusi ITS dalam menghadirkan inovasi di bidang kecerdasan buatan, material, lingkungan, konstruksi, dan sistem tenaga listrik.
Rektor ITS bersama enam guru besar baru usai prosesi pengukuhan di Auditorium Gedung Research Center ITS, Jumat (10/7). Pengukuhan ini memperkuat kontribusi ITS dalam menghadirkan inovasi di bidang kecerdasan buatan, material, lingkungan, konstruksi, dan sistem tenaga listrik.

RADAR SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali memperkuat kapasitas akademik dan risetnya dengan mengukuhkan enam guru besar baru dalam upacara akademik yang berlangsung di Auditorium Gedung Research Center ITS, Jumat (10/7).

 Kehadiran enam profesor tersebut menjadi aset strategis bagi kampus dalam mendorong inovasi, kemandirian teknologi nasional, serta solusi berkelanjutan bagi berbagai persoalan lingkungan.

Pengukuhan enam guru besar dari berbagai disiplin ilmu ini sekaligus menegaskan komitmen ITS untuk terus menghasilkan riset

yang berdampak langsung bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional di tengah tantangan transformasi global.

Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., mengatakan bahwa guru besar memiliki peran penting

sebagai penggerak kemajuan ilmu pengetahuan sekaligus motor inovasi kampus.

Baca Juga: Manfaatkan Libur Sekolah, KAI Daop 8 Surabaya Sulap Stasiun Jadi Ruang Belajar Edukatif Lewat KAI Schooliday 2026

"Melalui ketekunan dan integrasi keilmuan para profesor, ITS berkomitmen tidak sekadar melahirkan pencapaian akademik,

melainkan menghadirkan inovasi nyata demi mewujudkan visi kampus yang tangguh, berdampak, dan mendunia," ujar Bambang.

Orasi ilmiah pertama disampaikan Guru Besar ke-247 ITS, Prof. Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T., dengan tema Peran Pemodelan Sistem Kecerdasan Buatan Mendorong Inovasi dan Transformasi Pendidikan Tinggi di Indonesia.

Dalam paparannya, ia memperkenalkan System Modeling Based on Artificial Intelligence (SYMBA-AI) yang dipadukan dengan kerangka kerja Conceive, Design, Implement, and Operate (CDIO).

Model tersebut dirancang untuk membantu perguruan tinggi mengembangkan sistem pendidikan yang adaptif, prediktif, serta mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

"Perpaduan tersebut menghasilkan sistem yang adaptif, prediktif, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi," jelas dosen Departemen Teknik Fisika ITS tersebut.

Selanjutnya, Guru Besar Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS, Prof. Hosta Ardhyananta, S.T., M.Sc.,

memaparkan inovasi Hybrid Syntactic Foam melalui orasi ilmiah bertajuk Peran Teknik Material Komposit Polimer untuk Kemandirian Teknologi Nasional.

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi Rampung, Khofifah Optimistis Jadi Rujukan Nasional dan Penggerak Ekonomi Daerah

Material komposit berbasis matriks epoksi itu memanfaatkan serat mikro dari limbah tandan kosong kelapa sawit sehingga menghasilkan material ringan dengan kekuatan mekanik tinggi.

Inovasi tersebut dinilai berpotensi dimanfaatkan pada industri transportasi, maritim, hingga sektor pertahanan.

"Kombinasi kedua material tersebut menghasilkan komposit berdensitas rendah dengan kekuatan mekanik tinggi yang berpotensi diaplikasikan pada berbagai sektor strategis," katanya.

Sementara itu, Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan ITS, Prof. Ipung Fitri Purwanti, S.T., M.T., Ph.D., menjadi satu-satunya profesor perempuan yang dikukuhkan dalam kesempatan tersebut.

Melalui orasi ilmiah Bioremediasi: Eksplorasi Potensi Mikroorganisme sebagai Solusi Alami dan Berkelanjutan dalam Pemulihan

Lingkungan Tercemar, ia memaparkan hasil riset mengenai pemanfaatan bakteri alami untuk membersihkan tanah yang tercemar limbah.

"Menggunakan isolasi bakteri alami dari tanah yang tercemar kerosin, inovasi ini terbukti mampu menurunkan kadar hidrokarbon dan logam berat secara berkelanjutan hingga skala lapangan," ujarnya.

Guru Besar ke-250 ITS, Prof. Dr. Eng. Kusdianto, S.T., M.Sc.Eng., dari Departemen Teknik Kimia, kemudian memperkenalkan inovasi sintesis komposit seng oksida sebagai solusi pengolahan limbah cair maupun emisi gas beracun.

Teknologi fotokatalis yang dikembangkannya dinilai mampu meningkatkan efektivitas penguraian polutan sehingga berpotensi menjadi solusi ramah lingkungan bagi industri.

"Melalui sintesis komposit seng oksida, teknologi fotokatalis ini mampu mengurai polutan cair dan emisi gas beracun secara efektif," paparnya.

Berikutnya, Guru Besar Departemen Teknik Sipil ITS, Prof. Data Iranata, S.T., M.T., Ph.D., mengangkat tema Pemodelan dan Analisis Struktur sebagai Tahap Penting dalam Perencanaan Suatu Konstruksi Bangunan.

Ia menjelaskan bahwa pemodelan struktur yang akurat mampu memprediksi perilaku bangunan saat terjadi gempa sehingga tingkat kerusakan dapat diminimalkan sejak tahap perencanaan.

"Melalui rekayasa model sambungan komposit, tingkat kerusakan bangunan akibat gempa dapat diprediksi sekaligus dikendalikan secara optimal," katanya.

Orasi ilmiah terakhir disampaikan Guru Besar ke-252 ITS, Prof. Dr. Eng. Ardyono Priyadi, S.T., M.Eng., dari Departemen Teknik Elektro.

Lewat riset berjudul Membangun Sistem Tenaga Listrik Masa Depan dengan Mempertimbangkan Dinamika Sistem Tenaga Listrik untuk Keandalan dan Ketangguhan Jaringan Modern, ia menawarkan pemanfaatan teknologi superkapasitor guna meningkatkan stabilitas sistem kelistrikan nasional.

"Integrasi teknologi superkapasitor dalam riset ini terbukti mampu memperpanjang toleransi sistem sekaligus mengurangi risiko pemadaman listrik secara massal," tuturnya.

Pengukuhan enam guru besar baru ini memperkuat posisi ITS sebagai perguruan tinggi berbasis riset yang terus menghasilkan inovasi di bidang kecerdasan buatan, material maju, lingkungan, teknik kimia, konstruksi tahan gempa, hingga sistem tenaga listrik.

Selain menjadi kebanggaan sivitas akademika, kehadiran para profesor tersebut juga diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil penelitian serta mendukung

pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.(rmt) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#institut sepuluh nopember surabaya #its #guru besar