RADAR SURABAYA – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur (Jatim) Sdhy Karyono menyayangkan aksi perusakan yang kembali terjadi di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Insiden tersebut dinilai tidak hanya merusak aset milik pemerintah, tetapi juga menghambat proses renovasi yang tengah berlangsung.
Adhy mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini sedang berupaya menyelesaikan perbaikan Gedung Negara Grahadi yang sempat tertunda pada tahun lalu. Namun, di tengah proses renovasi tersebut, kembali terjadi aksi yang mengakibatkan kerusakan pada bangunan.
"Ini sangat disayangkan. Kita sedang berproses untuk menyelesaikan perbaikan Gedung Grahadi yang tahun lalu belum selesai, sekarang sudah terjadi lagi. Sangat disayangkan," ujar Adhy, Jumat (26/6).
Baca Juga: Usai Ditutup Lima Jam, Jalan Utama Depan Grahadi Dibuka Normal Pukul 20.00 WIB
Ia mengapresiasi langkah aparat keamanan yang bergerak cepat menghalau massa sehingga situasi dapat segera dikendalikan. Meski demikian, Adhy berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menurutnya, Pemprov Jatim tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani situasi tersebut. Langkah-langkah pengamanan dan penanganan di lapangan juga telah dilakukan agar kondisi tetap kondusif.
"Kami berusaha secara persuasif dan tadi sudah dilakukan. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," katanya.
Baca Juga: Massa Rusak Pagar Galvalum di Sisi Timur Gedung Grahadi Surabaya
Adhy menegaskan, setiap kerusakan yang terjadi pada Gedung Negara Grahadi merupakan kerugian bagi seluruh masyarakat Jawa Timur. Pasalnya, Grahadi bukan sekadar bangunan pemerintah, melainkan simbol pemerintahan Provinsi Jawa Timur yang memiliki nilai sejarah dan representasi bagi daerah.
"Kalau ada kerusakan di bangunan negara seperti ini tentu menjadi kerugian bagi warga semua. Ini simbol pemerintahan Jawa Timur yang dirusak kembali," tegasnya.
Ia menjelaskan, saat ini Gedung Negara Grahadi memang sedang menjalani proses renovasi. Sejumlah material, termasuk rangka besi, telah dipasang sebagai bagian dari pekerjaan perbaikan. Namun, insiden tersebut menyebabkan proses renovasi mengalami hambatan.
"Memang sedang renovasi. Saat ini sudah dipasang besi untuk perbaikan, tetapi dengan kejadian ini tentu sedikit menghambat proses yang sedang berjalan," pungkas Adhy. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto