RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya semakin agresif mempercepat transformasi layanan publik berbasis digital. Setelah capaian perekaman KTP elektronik menembus 99,68 persen, kini Pemkot menggenjot aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dengan membuka layanan jemput bola di berbagai titik, termasuk saat Car Free Day (CFD) di Taman Bungkul setiap akhir pekan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengejar target aktivasi IKD sebesar 40 persen pada 2026 sekaligus mendorong masyarakat beralih dari dokumen fisik menuju identitas digital yang lebih praktis, aman, dan terintegrasi.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengatakan saat ini aktivasi IKD telah mencapai sekitar 32 persen dari total penduduk wajib KTP elektronik. Karena itu, berbagai layanan jemput bola terus diperluas agar masyarakat semakin mudah mengakses aktivasi IKD.
Baca Juga: Dindik Jatim Tingkatkan Kompetensi Guru Vokasi lewat Pelatihan IT, Siapkan Sertifikasi Nasional
"Iya benar. Setiap hari Minggu kami selalu hadir di Taman Bungkul untuk warga Kota Surabaya yang hendak melakukan aktivasi IKD. Ini bagian dari upaya percepatan transformasi layanan publik berbasis digital," kata Irvan dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, IKD bukan sekadar versi digital dari KTP elektronik, melainkan platform yang memungkinkan seluruh dokumen kependudukan tersimpan dalam satu aplikasi di telepon genggam. Dengan sistem tersebut, warga tidak lagi perlu membawa banyak dokumen fisik saat mengurus berbagai layanan administrasi.
"Dalam satu perangkat telepon genggam, warga bisa menyimpan KTP, KK, dan dokumen kependudukan lainnya. Selain praktis, sistem ini juga lebih aman karena dilengkapi teknologi verifikasi biometrik dan QR Code resmi," ujarnya.
Baca Juga: Tim Kementerian LH Apresiasi Dapur MBG Nikmat Barokah Surabaya, Pengelolaan Limbah Jadi Percontohan
Irvan menjelaskan, tingginya capaian perekaman e-KTP sebesar 99,68 persen atau sekitar 2,247 juta jiwa menjadi modal kuat bagi Surabaya untuk memasuki fase digitalisasi administrasi kependudukan secara penuh.
Karena itu, selain hadir di CFD Taman Bungkul, layanan aktivasi IKD juga tersedia setiap hari kerja di kantor kelurahan, kecamatan, Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola, Sentra Pelayanan Publik (SPP) Joyoboyo, Pakal, Nambangan, hingga berbagai layanan jemput bola lainnya.
"Harapan kami, warga yang memiliki smartphone segera mengaktivasi IKD karena manfaatnya sangat besar. Ke depan semakin banyak layanan publik yang akan terintegrasi dengan identitas digital," pungkasnya.
Baca Juga: Diduga Hendak Tawuran dan Main Keroyok, Delapan Pemuda Diciduk Polisi di Jalan Banyu Urip Surabaya
Dengan perluasan layanan tersebut, Pemkot Surabaya menargetkan semakin banyak warga beralih ke identitas digital sehingga berbagai urusan administrasi dapat dilakukan lebih cepat, efisien, dan minim penggunaan kertas sebagai bagian dari penguatan konsep Smart City Surabaya. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto