Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tim Kementerian LH Apresiasi Dapur MBG Nikmat Barokah Surabaya, Pengelolaan Limbah Jadi Percontohan

Dimas Mahendra • Minggu, 7 Juni 2026 | 17:26 WIB
TERBAIK: Sistem pengelolaan limbah Dapur MBG Nikmat Barokah mendapat apresiasi Kementerian LH. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)
TERBAIK: Sistem pengelolaan limbah Dapur MBG Nikmat Barokah mendapat apresiasi Kementerian LH. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Nikmat Barokah di Surabaya mendapat apresiasi dari tim Kementerian Lingkungan Hidup (LH) saat melakukan kunjungan dan evaluasi lapangan. Salah satu aspek yang memperoleh penilaian positif adalah pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai telah berjalan dengan baik dan sesuai prinsip pengelolaan lingkungan.

Pengelola Dapur MBG Nikmat Barokah, Yayuk Eko Agustin, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memastikan program MBG tidak hanya memenuhi standar keamanan pangan, tetapi juga memperhatikan aspek kebersihan dan pengelolaan lingkungan.

"Dari hasil kunjungan, alhamdulillah tim memberikan apresiasi terhadap sistem IPAL yang kami miliki. Pengelolaan limbah dapur dinilai sudah cukup baik dan menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian positif," ujar Yayuk.

Baca Juga: Bocah di Surabaya Datang ke Damkar dengan kursi plastik yang masih menempel di Tangan

Menurutnya, keberadaan IPAL menjadi elemen penting dalam operasional dapur MBG karena aktivitas produksi makanan dalam jumlah besar menghasilkan limbah cair yang harus ditangani secara benar agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Meski memberikan apresiasi, tim Kementerian Lingkungan Hidup juga menyampaikan beberapa masukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kebersihan dan edukasi lingkungan di area dapur.

Salah satu rekomendasi yang diberikan adalah penambahan media edukasi berupa poster dan papan informasi yang mudah dilihat oleh seluruh pekerja maupun tamu yang berkunjung ke dapur.

Baca Juga: SPMB Jenjang SMA/SMK di Jawa Timur Memasuki Masa Krusial, Gubernur Khofifah Minta Pastikan Dokumen Valid sebelum Pendaftaran

"Ada beberapa catatan yang disampaikan tim, salah satunya terkait penambahan poster edukasi. Misalnya poster ajakan membuang sampah pada tempatnya, petunjuk lokasi cuci tangan, serta imbauan untuk menjaga kebersihan dapur," jelasnya.

Yayuk menyebut masukan tersebut akan segera ditindaklanjuti karena dinilai penting untuk memperkuat budaya kebersihan dan kedisiplinan di lingkungan kerja.

Selain sebagai sarana informasi, keberadaan poster edukatif juga diharapkan mampu membangun kesadaran seluruh petugas agar standar kebersihan dapur tetap terjaga secara konsisten.

Baca Juga: Uji Coba Perlinsos Digital di Surabaya, Data Kependudukan dan Aset Warga Akan Diverifikasi Lebih Ketat

"Kami menyambut baik seluruh masukan yang diberikan. Ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan pengelolaan dapur semakin baik, baik dari sisi lingkungan maupun penerapan perilaku hidup bersih dan sehat," katanya.

Ia berharap keberadaan Dapur MBG Nikmat Barokah tidak hanya mampu mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan dapur yang memperhatikan aspek kesehatan, sanitasi, dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Rumah Mantan Wali Kota Surabaya Dibobol Maling, Dua Pelaku Terekam CCTV

"Kami ingin dapur ini tidak hanya menghasilkan makanan yang sehat dan bergizi, tetapi juga menjadi tempat yang bersih, aman, dan ramah lingkungan," pungkasnya. (dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#nikmat barokah surabaya #rungkut #kementerian lhk #dapur MBG #SPPG