RADAR SURABAYA - Widya Riskyanti, 28, seorang perempuan korban jambret yang ditemukan tergeletak di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya, meninggal dunia setelah dirawat selama empat hari di RSUD Dr Soetomo. Perempuan yang bekerja sebagai staf di kantor pertanahan atau BPN itu meninggal dunia pada Jumat (5/6) sore.
Ibu korban Isnaini Budiarti, 53, mengatakan anaknya mulai mendapatkan perawatan di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, pada Selasa (2/6) malam. Korban juga sempat dioperasi pada Selasa malam. Namun, kondisi korban tidak membaik dan semakin menurun atau kritis hingga akhirnya meninggal dunia. "Dirawat mulai Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat sekitar jam 3 sore meninggal dunia," ujarnya, Sabtu (6/6)
Isnaini menceritakan, semula mendapatkan kabar anaknya mengalami kecelakaan usai dijambret dari tetangga di Rusun Indrapura Selasa malam. Dirinya bersama keluarga bergegas mendatangi RSUD Dr Soetomo.
Baca Juga: Jonatan Christie Tembus Final Indonesia Open 2026 Setelah Menanti 11 Tahun
"Luka di bagian kepala paling banyak. Dia (saat ditemukan) tergeletak helm copot," ungkapnya.
Menurutnya, saat kejadian pemjambretan korban sedang perjalanan pulang kerja mengendarai motor melintas di Jalan Kusuma Bangsa Selasa (2/6) sore. Di tengah perjalanan saat melintas di belakang mal, korban diduga dijambret hingga akhirnya jatuh dari motor dan ditemukan tergeletak di jalan dengan kondisi tak sadar.
"Kejadiannya saat pulang kerja. Benda yang diambil tas isinya barang-barang ponsel dan dompet," terangnya.
Baca Juga: Honda Vario 125 Street Curi Perhatian, 200 Bikers Ramaikan Vario Street Nation di Surabaya
Isnaini mengaku sebelum mendapatkan kabar anaknya kecelakaan, dirinya sempat cemas. Sebab sudah pukul 18.00 korban tidak kunjung pulang ke rumah. Selain itu dia juga sempat mengirimkan pesan WhatsApp ke korban namun hanya centang satu dan ditelpon WA hanya memanggil."Katanya dua orang pelaku naik motor. Sudah tertangkap satu," ungkapnya.
Sementara kakak korban Irma M, 33, berharap satu pelaku yang belum tertangkap segera cepat ketemu dan kemudian mendapat hukuman yang setimpal karena sudah menghilangkan nyawa.
"Pihak polisi semoga bisa menangkap semua pelaku karena sudah menghilangkan nyawa. Jahat banget ini sudah cukup ke adik saya jangan ke yang lainnya," ucapnya.
Baca Juga: Dorong Inovasi Produk Lokal dan Teaching Factory, Bogasari Latih Guru Kuliner SMKN 3 Kediri
Kronologi Jambret di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya
Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan menjadi korban dugaan penjambretan di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya, Selasa (2/6) petang.
Korban ditemukan tergeletak memakai baju batik korpri warna biru, jaket putih, celana panjang kain warna hitam dan berkerudung hitam.
Informasi yang dihimpun, korban ditemukan oleh anggota BPBD Surabaya sudah tergeletak di Jalan Kusuma Bangsa, pukul 17.35.
Kondisi korban tidak sadar diduga akibat luka benturan keras di kepala. Korban diduga merupakan korban penjambretan. Kejadian tersebut langsung dilaporkan Command Center 112 Surabaya.
Tak lama kemudian tim medis dan ambulans dan pihak kepolisian juga mendatangi lokasi. Tim Medis langsung melakukan penanganan awal dan membawa korban ke RSUD Dr Soetomo menggunakan ambulans PMI Kota Surabaya.
Saat ditemukan korban tidak membawa identitas karena di lokasi hanya menyisakan tali tas putus dan motor Honda Beat korban. Sesampainya di rumah sakit petugas sempat mengalami kendala karena pasien tidak membawa identitas untuk proses pendaftaran rumah sakit agar korban segera mendapatkan perawatan.
Namun, berkat koordinasi Command Center 112, Kepolisian dan Satpol PP serta relawan korban teridentifikasi dan pihak keluarga korban berhasil dihubungi. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto