Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Diduga Dipicu Masalah Sandal, Begini Cerita Pengeroyokan Pemuda Asal Manukan Kulon Surabaya hingga Meninggal

M. Mahrus • Jumat, 5 Juni 2026 | 10:43 WIB
BERDUKA: Suasana rumah korban pengeroyokan di Jalan Manukan Kulon, Surabaya. D8duga dipicu masalah ganti rugi sandal.(MAHRUS/RADAR SURABAYA)
BERDUKA: Suasana rumah korban pengeroyokan di Jalan Manukan Kulon, Surabaya. D8duga dipicu masalah ganti rugi sandal.(MAHRUS/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - TJK alias Thomas pemuda asal Jalan Manukan Kulon, Surabaya, ini diduga dikeroyok oleh pelaku gara-gara persoalan ganti rugi sandal. Namun, motif utama kasus dugaan pengeroyokan tersebut masih terus didalami pihak kepolisian. Sebab, empat pelaku pengeroyokan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Surabaya.

Kakak kandung korban, Hana Novia Kristiani, 32, mengatakan untuk motif kalau dugaan utang piutang tidak ada. Hana lalu menceritakan kemungkinan penyebab pengeroyokan itu diawali dari pertengahan Mei 2026 saat adiknya terlibat permasalahan dengan temannya yang diduga kuat sebagai salah satu terduga pelaku pengeroyokan.

Awalnya sandal merek Crocs milik terduga pelaku berada di rumah temannya. Kemudian oleh korban sandal tersebut dipakai entah karena tidak membawa alas kaki atau sepatunya basah.

Baca Juga: Harga Emas Hari Jumat Turun, UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Melemah

Belakangan teman korban mengetahui sandalnya dibawa korban. Lalu si terduga pelaku pengeroyokan menanyakan terkait keberadaan sandal ke korban. Oleh korban dijawab sandal berada di jok motor kakak temannya. Usai dicari, ternyata sandal hilang.

Ketika sandalnya hilang si terduga pelaku meminta ganti sandal baru. "Lalu adik saya minta info ke saya bahwa si tersangka meminta ganti rugi. Saya sudah kasih uang ke adik saya terkait ganti rugi tersebut dan juga adik saya sudah mengembalikan dengan sandal yang baru. Tersangka awalnya juga WA saya, saya punya bukti WA tersebut menyatakan bahwa tersangka menerima sandal baru. Jadi saya menganggap tidak ada utang piutang," jelasnya, Jumat (5/6).

Baca Juga: Pelaku Pemerasan dan Pengancaman Sopir Truk di Perak Barat Surabaya Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan

Ia melanjutkan menurut tersangka harga sandal ganti rugi tidak sesaui karena menurut tersangka sandalnya harga Rp 1,5 juta sedangkan yang diganti korban Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu.

Menurut Hana, dia juga tidak tahu motif pengeroyokan itu apa. Apabila memang motifnya karena terkait permasalahan sandal yang dikembalikan tidak sesuai harga sandal aslinya, Hana menganggap bahwa dirinya tidak tahu menahu pastinya harga sandal sesungguhnya itu berapa.

"Apakah betul Rp 1,5 juta bahkan model sandalnya saya tidak tahu. Bagaimana caranya saya percaya bahwa harga sandal tersebut Rp 1,5 juta dan saya tidak bisa serta merta mengembalikan sandal Rp 1,5 juta jika tidak ada bukti dari pembelanjaan," terangnya. 

Baca Juga: Indonesia vs Oman: Calvin Verdonk Siap Bela Timnas Indonesia Lawan Oman, Meski Baru Tiba di Jakarta

Menurut dia, waktu itu adiknya sudah beritikad baik dengan mengganti membelikan sandal baru. Akan tetapi pihak terduga pelaku tidak sesuai kemauannya karena merasa harga tidak sesuai dengan harga sandal baru.

"Cuma disayangkan anaknya emosi bahkan berujung melakukan tindakan  anarki yang mana menghilangkan nyawa seseorang hanya motif ganti rugi sebuah sandal," tegasnya.

Hana menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya ke pihak Polrestabes Surabaya dengan harapan pihak kepolisian menangani kasus dengan sebijak-bijaknya.

Baca Juga: Resmi! Liverpool Tunjuk Andoni Iraola sebagai Pelatih Baru, Siap Kejar Gelar Musim 2026/2027

"Karena saya menuntut keadilan untuk adik saya. Dan juga saya berharap kasus ini selesaikan sesuai hukum berlaku," pintanya.

Sementara salah satu tetangga korban, Nia S menceritakan detik-detik kronologi kejadian sebagaimana diungkapkan tante korban. Awalnya korban jalan kaki keluar rumah hendak membeli minuman di toko kelontong sekitar rumah Jalan Manukan Mukti, Sabtu (30/5).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Jumat 5 Juni 2026, Cerah Sepanjang Hari, Suhu Panas Terasa Capai 41 Derajat Celsius

Di tengah perjalanan salah satu toko tutup, lalu korban berpindah ke toko lainnya. Namun, saat itu korban bertemu dengan kelompok terduga pelaku berjumlah empat orang. Pelaku lalu mengajak duel korban dan sempat duel atau diduga terjadi pengeroyokan. Namun, pelaku tak puas kemudian mengajak korban ke suatu tempat dan diduga terjadi pengeroyokan kembali.

Usai dikeroyok diduga korban lemas tak sadar lalu dibawa pelaku dibonceng belakang kemudian sempat terjatuh di jalan. Lalu korban ditinggal dalam keadaan tergeletak di dekat salah satu toko Jalan Manukan Mukti.

Baca Juga: Indonesia vs Oman: John Herdman Incar Kemenangan Perdana Garuda Setelah 38 Tahun

"Tahunya itu (korban ditemukan) jam 01.30 Minggu dini hari jadi ada tetanggaku N berdua dengan temannya. Temannya ini ditelpon sama teman di lokasi itu. Mereka berdua langsung ke klinik dokter danu. Yang bawa ke rumah sakit gak tahu juga, ya diduga para pelaku," ungkapnya.

Pihak teman korban N lalu memberikan kabar kepada keluarga korban. Tak lama kemudian, pihak keluarga datang ke rumah sakit di Jalan Manukan Tengah itu. Kondisi Thomas saat itu semakin memburuk. Pada pukul 02.00 kemudian tidak sadar. Lalu pihak keluarga mencari ambulans dan merujuk korban ke RSUD Dr Soetomo.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Hajar Timor Leste 3-0 di Piala AFF U-19 2026

"Untuk pelaku sudah ditangkap infonya. Kamis pagi dua dan terus siang dua. Jadi empat," ucapnya. (rus/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
#kronologi pengeroyokan #kasus pengeroyokan surabaya #penyebab #pelaku pengeroyokan #polrestabes surabaya