RADAR SURABAYA - Cuaca di Surabaya pada Jumat (5/6/2026) diperkirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan sepanjang hari. Peluang hujan sangat kecil, sehingga aktivitas masyarakat diperkirakan tidak banyak terganggu oleh faktor cuaca.
Sejak pagi hari, langit Surabaya sudah tampak cerah. Pada pukul 05.00 suhu udara berada di angka 26 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 95 persen. Kondisi ini membuat udara terasa cukup sejuk, terutama bagi warga yang beraktivitas pada dini hari dan pagi hari.
Baca Juga: Potensi Produksi Padi Jatim Tembus 7,71 Juta Ton hingga Juli 2026, Tertinggi di Indonesia
Memasuki pukul 06.00 hingga 10.00, suhu udara meningkat secara bertahap dari 27 derajat Celsius menjadi 31 derajat Celsius. Langit diperkirakan cerah berawan dengan peluang hujan hanya sekitar 8 hingga 10 persen.
Puncak panas terjadi pada siang hingga sore hari. Mulai pukul 11.00 hingga 15.00, suhu udara diperkirakan mencapai 32 derajat Celsius. Namun, suhu yang dirasakan tubuh dapat menembus 40 hingga 41 derajat Celsius akibat kombinasi suhu udara, kelembapan, dan paparan sinar matahari yang kuat.
Kondisi cerah diperkirakan bertahan hingga sore hari. Pada pukul 16.00 suhu udara berada di angka 31 derajat Celsius, kemudian turun menjadi 30 derajat Celsius pada pukul 17.00.
Menjelang malam, suhu udara perlahan menurun. Pada pukul 19.00 suhu diperkirakan mencapai 29 derajat Celsius dan turun menjadi 28 derajat Celsius pada pukul 20.00 hingga 22.00. Meski terdapat peluang hujan ringan sesaat pada malam hari, curah hujan yang diperkirakan turun sangat kecil dan tidak signifikan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menjelaskan, suhu udara yang terasa lebih dingin pada malam hari merupakan dampak dari musim kemarau yang mulai berlangsung di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Restina Wardhani mengatakan berkurangnya tutupan awan pada malam hari membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer.
“Suhu udara terasa lebih dingin karena Surabaya dan sekitarnya telah memasuki musim kemarau. Pada malam hari tutupan awan lebih sedikit, sedangkan siang hari suhu terasa lebih panas,” ujar Restina.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan perbedaan suhu antara siang dan malam menjadi lebih terasa. Ketika siang hari cuaca sangat panas akibat paparan sinar matahari langsung, malam harinya udara menjadi lebih sejuk karena panas yang tersimpan pada siang hari cepat hilang ke atmosfer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu terendah di Surabaya berada di kisaran 26 derajat Celsius. Cuaca cerah yang mendominasi selama musim kemarau diperkirakan membuat fenomena malam yang lebih sejuk masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. (*)
Editor : Lambertus Hurek