RADAR SURABAYA - Warga Surabaya diperkirakan akan menikmati cuaca relatif stabil pada Kamis (4/6/2026). Sepanjang hari, langit didominasi kondisi berawan hingga mendung dengan peluang hujan yang sangat kecil.
Berdasarkan prakiraan cuaca per jam, dini hari hingga pagi hari cuaca cenderung berawan. Suhu udara pada pukul 04.00-06.00 berada di kisaran 26 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 93-94 persen.
Memasuki pagi hingga menjelang siang, suhu udara meningkat cukup cepat. Pada pukul 08.00 suhu mencapai 29 derajat Celsius, kemudian naik menjadi 30 derajat Celsius pada pukul 09.00. Kondisi langit bervariasi dari cerah berawan hingga berawan pecah.
Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Borong Prestasi di Asian Student Fashion Week 2026 di Malang
Siang hari menjadi periode terpanas. Mulai pukul 10.00 hingga 15.00, suhu udara diperkirakan bertahan di angka 32 derajat Celsius. Dengan tingkat kelembapan sekitar 60-66 persen, suhu yang dirasakan masyarakat dapat mencapai 38 derajat Celsius. Meski demikian, peluang hujan tetap mendekati nol persen.
Menjelang sore, suhu udara perlahan turun menjadi 31 derajat Celsius pada pukul 16.00 dan 30 derajat Celsius pada pukul 17.00. Cuaca masih didominasi kondisi berawan.
Pada malam hari, suhu udara kembali terasa lebih nyaman. Pukul 19.00 hingga 23.00 suhu berada di kisaran 28 derajat Celsius. Peluang hujan masih rendah, meski terdapat potensi petir lokal pada pukul 21.00 hingga 22.00 dengan curah hujan sangat ringan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menjelaskan, berkurangnya tutupan awan pada musim kemarau membuat suhu udara terasa lebih dingin pada malam hari. Sebaliknya, kondisi tersebut juga menyebabkan cuaca terasa lebih panas saat siang.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Restina Wardhani mengatakan minimnya awan membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer saat malam hari.
“Suhu udara terasa lebih dingin karena Surabaya dan sekitarnya telah memasuki musim kemarau. Pada malam hari tutupan awan lebih sedikit, sedangkan siang hari suhu terasa lebih panas,” ujar Restina.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan karakteristik umum musim kemarau yang saat ini mulai mendominasi wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya dan sekitarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu terendah di Surabaya berada di kisaran 26 derajat Celsius. Kondisi malam yang lebih sejuk diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan seiring dominasi cuaca cerah dan minim awan selama musim kemarau.
Masyarakat diimbau tetap menjaga kecukupan cairan tubuh saat beraktivitas pada siang hari karena suhu terasa cukup terik. Sementara pada malam hingga dini hari, warga dapat merasakan udara yang lebih sejuk dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek