RADAR SURABAYA — Kecelakaan yang melibatkan armada Suroboyo Bus dengan dump truck milik Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya di kawasan Joyoboyo memunculkan sorotan publik terhadap standar keselamatan transportasi umum milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Insiden yang sempat viral di media sosial itu terjadi saat armada Suroboyo Bus nomor lambung SB 23 melayani rute Terminal Purabaya menuju Pelabuhan Tanjung Perak pada Selasa pagi (2/6/2026).
Kepala UPTD Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Eni Sugiharti, menjelaskan berdasarkan hasil investigasi awal dan pencocokan rekaman CCTV blackbox bus, kecelakaan dipicu adanya hambatan jalan berupa dump truck yang parkir di area tikungan.
Baca Juga: DPRD Jatim Akan Panggil OPD, Cari Solusi Anjloknya Harga Telur Ayam
“Berdasarkan hasil investigasi awal dan pencocokan rekaman CCTV blackbox bus, insiden ini dipicu oleh adanya faktor hambatan jalan yang fatal. Terdapat sebuah dump truck yang parkir di area tikungan jalan,” kata Eni pada tahun Radar Surabaya.
Menurutnya, dimensi Suroboyo Bus yang cukup besar membuat ruang manuver kendaraan menjadi sangat terbatas saat melintasi tikungan tersebut.
Baca Juga: Sebulan Empat Warga Tewas Akibat Kebakaran di Surabaya, Korsleting Listrik Masih Jadi Momok
“Suroboyo Bus memiliki dimensi kendaraan yang besar. Ketika melewati tikungan tersebut, ruang manuver atau space bus menjadi sangat terbatas dan tidak mencukupi akibat terhalang oleh posisi truk yang parkir tidak pada tempatnya,” ujarnya.
Dia merinci, insiden ini terjadi sekitar pukul 07.25 saat armada melintas di Jalan Waringin menuju Terminal Joyoboyo. Saat melakukan manuver ke kanan, sisi kanan bus menyenggol dump truck hingga menyebabkan pintu dan kaca samping bus pecah.
Baca Juga: Terganggu Kebisingan, Warga Keluhkan Lapangan Padel di Dharmahusada Indah Surabaya
“Unit SB 23 pada saat melakukan manuver ke kanan maka terjadilah insiden menyenggol unit dump truck milik DSDABM yang mengakibatkan kerusakan pada pintu dan kaca sisi kanan unit SB 23,” jelasnya.
Usai kejadian, armada langsung dibawa menuju karoseri untuk dilakukan perhitungan kerusakan.
Meski faktor hambatan jalan disebut menjadi pemicu utama, Dishub Surabaya memastikan investigasi internal masih terus dilakukan, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian pengemudi maupun pelanggaran prosedur operasional standar (SOP).
“Saat ini kami melakukan investigasi apakah ada faktor kelalaian dan pelanggaran SOP. Maka akan kami berikan sanksi sesuai dengan aturan yang ada,” tegas Eni.
Baca Juga: IHSG Mendadak Ambrol Nyaris 5 Persen, Ada Kaitan Kejagung Geledah Kantor BGN ?
Kecelakaan tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah foto dan video kondisi kaca pintu Suroboyo Bus pecah beredar luas di media sosial. Dalam kejadian itu, dua orang dikabarkan mengalami luka ringan.
Insiden ini sekaligus kembali memunculkan sorotan masyarakat terhadap pola berkendara sejumlah pengemudi angkutan umum milik pemkot yang belakangan dinilai cenderung agresif di jalan raya.
Baca Juga: Seru! Hotel Horison Arcadia Ajak Warga Jelajahi Rahasia Kota Lama Surabaya
Hingga kini, Dishub Surabaya masih menunggu hasil investigasi lanjutan untuk menentukan ada tidaknya pelanggaran prosedur dalam insiden tersebut. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto