RADAR SURABAYA – Relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya dari kawasan Pegirian ke Tambak Oso Wilangun (TOW) dipastikan mulai berjalan awal Juni 2026. Usai momentum Idul Adha 1447 Hijriah, aktivitas pemotongan sapi secara bertahap akan dipindahkan ke lokasi baru yang disiapkan menjadi sentra pemotongan modern di Surabaya.
Direktur Utama Perseroda RPH Surabaya, Fajar A Isnugroho, mengatakan proses perpindahan dijadwalkan dimulai pada 1 Juni 2026 setelah seluruh layanan pemotongan hewan kurban tahun ini selesai dilakukan.
Menurutnya, relokasi sengaja dilakukan usai Idul Adha agar pelayanan pemotongan kurban tetap berjalan optimal sekaligus memberi waktu penyelesaian sarana dan prasarana di lokasi baru.
“Kenapa setelah Idul Adha, karena di Tambak Oso Wilangun masih ada beberapa sarana prasarana yang harus diselesaikan. Saya tidak ingin pindah dalam kondisi fasilitas belum benar-benar siap,” kata Fajar, Kamis (28/5/2026).
Ia memastikan proses relokasi tetap berjalan sesuai rencana meski sebelumnya sempat mendapat penolakan dari sejumlah pedagang dan pelaku usaha di kawasan Pegirian.
Baca Juga: Diduga Keracunan Barbeque, Ini Kronologi Satu Keluarga Tewas di Wisata Posong Temanggung
Namun demikian, Fajar mengklaim mayoritas pelanggan jasa pemotongan tetap bertahan dan mulai menyesuaikan aktivitasnya dengan lokasi baru di Tambak Oso Wilangun.
“Alhamdulillah pelanggan tetap kami tidak berpindah. Mereka mulai menyesuaikan dengan lokasi baru,” ujarnya.
Baca Juga: Pengambilan PIN SPMB SMAN dan SMKN 2026 Resmi Dimulai, Dindik Jatim: Wali Murid Tak Perlu Panik
Momentum Idul Adha tahun ini sekaligus menjadi fase akhir aktivitas besar pemotongan hewan kurban di RPH Pegirian sebelum perpindahan dimulai. Tercatat sebanyak 180 ekor sapi dipotong selama musim kurban 2026 yang berlangsung mulai 27-30 Mei.
RPH Surabaya bahkan masih membuka tambahan pendaftaran layanan pemotongan bagi masyarakat yang belum mendapatkan jadwal.
Baca Juga: Program Sowan DPRD Jatim Dihentikan Sementara
“Kami masih buka pendaftaran tambahan sampai Kamis besok karena masih tersedia slot pemotongan hari Jumat dan Sabtu,” jelasnya.
Tahun ini, Perseroda RPH Surabaya hanya fokus pada layanan jasa pemotongan dan pengolahan daging tanpa menjual hewan kurban secara langsung.
Baca Juga: Polrestabes Surabaya Tangkap Sindikat Pembuatan STNK Palsu, Dijual Umum dan Ditawarkan lewat FB
Untuk layanan potong, kemas, dan kirim, tarif yang dikenakan sebesar Rp 2,8 juta per ekor sapi. Sedangkan layanan potong dan lepas tulang dipatok Rp 2 juta.
Fajar menilai layanan tersebut mempermudah panitia kurban karena proses pengolahan daging menjadi lebih higienis dan efisien sebelum dibagikan ke masyarakat.
Baca Juga: Puluhan Pelajar SMP Adu Inovasi, Bakal Wakili Surabaya ke Olimpiade Penelitian Siswa Nasional
Dengan perpindahan ke Tambak Oso Wilangun, RPH Surabaya diharapkan memiliki fasilitas pemotongan yang lebih representatif sekaligus mendukung pengembangan kawasan pemotongan hewan modern yang lebih tertata dan higienis di Kota Surabaya.(dim/gun)
Editor : Guntur Irianto