RADAR SURABAYA - Tiwuk Suryati, 46, penghuni kos korban kebakaran di Jalan Banyu Urip Kidul Molin II B, Surabaya, yang mengalami patah tulang kaki kanan dan kiri masih dirawat di Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya.
"Penghuni kos yang perempuan sempat lompat dari lantai dua, patah tulang sudah dirujuk ke Rumah Sakit BDH," ujar Ketua RT 08 RW 04 Kelurahan Banyu Urip Dian Bagus, Selasa (26/5).
Korban Meiga Dita Fisilia mengalami luka robek di tangan akibat melompat dari lantai dua rumah. Meiga setelah mendapatkan penanganan medis di lokasi oleh Tim Gerak Cepat lalu dirujuk ke Rumah Sakit William Booth Surabaya. Sementara untuk korban meninggal dunia masih berada di RSUD Dr Soetomo dan akan dimakamkan di pemakaman umum setempat.
Baca Juga: Modus Belanja, Pengutil Terekam CCTV Curi Puluhan Barang di Minimarket Ketintang Surabaya
"Waktu kejadian Mas Dwi ini lagi servis motor listrik. Dia sudah lama servis listrik. Dia hanya teknisi saja, upgrade motor listrik yang bermasalah. Kadang sering panggilan keluar," bebernya.
Ia menegaskan untuk korban Suamah merupakan ibu kandung Dwi Priyo. Menurut Dian, Suamah kesehariannya sebagai ibu rumah tangga, dan buka toko kelontong, jualan jajan dan sembako. "Kalau mas Azam kelas I SMP," tuturnya.
Baca Juga: Doorr! Pelaku Curanmor di Surabaya Ditembak Unit Reaksi Cepat Pemburu Begal Polres Tanjung Perak
Kronologi Tragedi Kebakaran Menewaskan Nenak dan Cucu di Surabaya
Diberitakan sebelumnya, kebakaran besar terjadi di rumah Dwi Priyo Aprianto warga Jalan Banyu Urip Kidul Gang Molin II B, Kelurahan Banyu Urip, Sawahan Surabaya, Senin (25/5) malam.
Akibat kebakaran dua orang penghuni rumah meninggal dunia. Korban Suamah, 72, dan cucunya, M Azzam Rizki, 14, . Sementara korban luka-luka tiga orang. Di antaranya Meiga Dita Fisilia, 39, istri pemilik rumah mengalami luka robek telapak tangan dan penghuni kos Tiwuk Suryanti mengalami patah tulang kaki saat melompat menyelamatkan diri.
Baca Juga: Kesaksian Warga saat Tragedi Kebakaran Rumah di Banyu Urip Surabaya, Cucu dan Nenek Meninggal Dunia
Salah satu saksi tetangga AS mengatakan awalnya sedang salat isyak pukul 22.15. Tak lama kemudian mendengar suara kresek-kresek dan mendengar teriakan dari Dwi meminta lap basah yang diduga terjadi percikan api dari charger sepeda listrik. Sebab sebelum kejadian Dwi, melakukan servis sepeda listrik di teras rumah.
AS lalu keluar dan membawa sarung yang dibasahi air. Sarung tersebut digunakan untuk menutupi percikan api yang menyambar tabung gas elpiji. Kebetulan di teras rumah dipakai tempat servis sepeda listrik dan jualan tabung gas elpiji.
Baca Juga: Bawang Putih Cincang Bisa Awet Berbulan-Bulan, Simak Trik Penyimpanan agar Tetap Segar dan Praktis
Saat itu saksi menutupi tiga tabung gas yang menyala terkena sambaran api. "Tapi belum meledak. Yang sisanya 20 itu meletus akhirnya kayak mercon lempar sana-sini akhirnya aku takut menyelamatkan diri. Api sangat besar, saya ambil selang untuk basahi," ujarnya kepada Radar Surabaya, Selasa (26/5).
AS menambahkan saat kejadian warga sudah banyak yang istirahat. Dalam waktu singkat api langsung membesar membakar bagian depan rumah. Di dalam rumah istri pemilik rumah lalu naik ke rumah lantai dua dan melompat menyelamatkan diri. Sementara dua penghuni kos pasangan suami istri melompat ke rumah belakang dan mengalami patah tulang kaki.
Baca Juga: Haji 2026: Jemaah Haji Sudah di Arafah, Kemenhaj Imbau Jaga Kesehatan Selama Armuzna
"Yang meninggal dunia di kamar mandi (neneknya). Kalau mas Azam mungkin mau menyelamatkan neneknya di kamar mandi, api keburu membesar dan malah terjebak," terangnya.
Ia menuturkan, rumah selain digunakan tempat tinggal juga dipakai kos-kosan lantai dua. Sementara pada bagian depan dipakai tempat servis dan usaha toko kelontong. "Itu kan (awalnya) servis sepeda listrik. Charger sepeda listrik meledak gitu," sebutnya.
Baca Juga: 56 Flora Langka Berhasil Diselamatkan, Kebun Raya Banua Perkuat Konservasi Tumbuhan Endemik
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani menjelaskan sebanyak 17 Unit Tempur dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang membakar rumah. Api pokok berhasil dipadamkan petugas pukul 23.39 dan dilanjutkan pembasahan hingga selesai pukul 02.10. Menurutnya, saat pemadaman petugas sempat mengalami kendala karena akses gang sempit sehingga unit besar tidak bisa masuk.
"Yang terbakar satu rumah satu lantai dan satu rumah dua lantai. Korban MD ditemukan di kamar mandi lantai satu dan kamar mandi lantai dua," ucapnya.
Laksita melanjutkan, selain mengakibatkan korban meninggal dunia 4 unit kendaraan motor turut terbakar. Bangunan rumah satu, lantai satu digunakan hunian dan bengkel sepeda motor listrik. Sementara bangunan rumah dua, lantai satu digunakan toko sembako dan lantai dua dipakai kos-kosan. "Penyebab diduga dari korsleting cas motor listrik," tukasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto