Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Virus Newcastle Bermutasi, Kini Serang Berbagai Jenis Burung

Rahmat Sudrajat • Minggu, 24 Mei 2026 | 19:14 WIB
Vaksinasi unggas di Surabaya dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit pada hewan ternak. (Rahmat Sudrajat)
Vaksinasi unggas di Surabaya dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit pada hewan ternak. (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Penyakit Newcastle Disease (ND) atau virus Newcastle masih menjadi ancaman serius bagi dunia peternakan unggas di Indonesia maupun global.

 Mutasi virus yang terus berkembang membuat penyebarannya semakin sulit dikendalikan dan kini tidak hanya menyerang ayam, tetapi juga berbagai jenis burung lainnya.

Pakar Virologi dan Imunologi, Prof. Dr. Suwarno drh MSi, mengungkapkan bahwa perjalanan penyakit Newcastle selama hampir 100 tahun menunjukkan kemampuan virus untuk terus beradaptasi terhadap lingkungan dan inang baru.

“ND hingga saat ini masih menjadi ancaman global bagi sektor peternakan unggas. Selain bersifat endemis dan sulit dikendalikan, penyakit ini juga menyebabkan kerugian

ekonomi besar akibat tingginya angka kematian unggas dan menurunnya produktivitas peternakan,” ujar Prof. Suwarno, Minggu (24/5).

Baca Juga: Kepulangan Relawan Global Sumud Flotilla Disambut Haru, Menlu Apresiasi Dukungan Negara Sahabat

Menurutnya, virus Newcastle pertama kali teridentifikasi pada 1926 dan hingga 2026 terus mengalami mutasi. Kondisi tersebut membuat pola penyebaran virus berubah semakin luas.

Jika sebelumnya virus lebih banyak ditemukan pada ayam, kini penyebaran juga terdeteksi pada berbagai jenis burung lain,

mulai dari burung pemakan biji, burung pemakan daging, hingga burung penghasil madu.

“Perubahan ini menunjukkan virus terus berevolusi dan harus diwaspadai dunia peternakan serta kesehatan hewan global.

Mobilitas hewan dan interaksi antarpopulasi burung menjadi faktor utama penyebaran virus ke berbagai wilayah,” jelasnya.

Prof. Suwarno menegaskan, dampak wabah Newcastle Disease tidak hanya menyerang sektor peternakan, tetapi juga dapat memengaruhi ketahanan pangan nasional.

Tingginya angka kematian unggas berpotensi mengganggu produksi protein hewani dan merugikan peternak dalam skala besar.

Selain dampak negatifnya, virus ND juga mulai diteliti dalam dunia medis dan veteriner karena dinilai memiliki potensi untuk mendukung pengembangan ilmu kesehatan di masa mendatang.

Baca Juga: Kakanwil Kemenag Jatim Tegaskan ASN Baru Harus Rendah Hati dan Antikorupsi

“Penelitian terkait virus ND dinilai memiliki potensi untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan,” katanya.

Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit Newcastle semakin meningkat.

Di sisi lain, penguatan riset kesehatan hewan dan kolaborasi antara akademisi serta praktisi dinilai penting untuk menghadapi ancaman penyakit hewan yang terus berkembang secara global.

Pencegahan penyebaran virus Newcastle saat ini terus dilakukan melalui vaksinasi unggas, pengawasan lalu lintas hewan, serta peningkatan biosekuriti di lingkungan peternakan.(rmt) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Newcastle Disease (ND) #Prof. Dr. Suwarno drh MSi #unggas #virus