
RADAR SURABAYA - Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armudji melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Jalan Stasiun Wonokromo, tepatnya di area eks Pasar Maling yang sebelumnya telah digusur.
Dalam sidak tersebut, Cak Ji menyoroti kondisi jalan yang kini sudah lebih lebar dan arus lalu lintas mulai lancar setelah penataan kawasan dilakukan. Namun, ia mengaku geram karena masih banyak angkutan kota (angkot) yang nekat ngetem di pinggir jalan sehingga memicu kemacetan.
Baca Juga: Harry Kane Hattrick! Bayern Munich Sapu Bersih Gelar Domestik
“Eman-eman jalan sudah diperlebar enam meter agar lalu lintas lancar bagi warga Surabaya, tapi masih dipakai angkot ngetem,” kata Armudji.
Ia juga meminta Satpol PP Kota Surabaya bertindak lebih tegas terhadap kendaraan yang parkir maupun berhenti sembarangan di kawasan tersebut.
“Satpol PP kok diam saja? Itu angkot-angkot parkir ya ditertibkan,” tegasnya.
Menurut Armudji, pelebaran jalan di kawasan eks Pasar Maling dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, terutama di sekitar Stasiun Wonokromo.
Sementara itu, warga bernama Rahman menilai kemacetan tidak hanya terjadi di titik eks Pasar Maling saja. Menurutnya, penyempitan jalan di sekitar stasiun juga menjadi penyebab utama arus kendaraan tersendat.
Baca Juga: Persib Hat-trick Juara Liga! Maung Bandung Kunci Gelar usai Tahan Persijap
“Macete iku gak nang eks Pasar Maling tok pak. Mulai stasiun iku lak sempit, iku yo penyebab nggarai macet,” ujarnya.
Rahman juga meminta pemerintah tidak hanya fokus memperlancar jalan utama, tetapi turut menata akses jalan kampung yang menjadi jalur keluar masuk warga untuk bekerja maupun sekolah.
“Mari resik-resik nglancarno dalan gede, tolong persiapan mlebu kampung. Khusus jalan poros kampung sing digawe budal mulih kerjo sekolah sering macet mergane akeh mobil parkir harian koyok garasine dewe,” katanya.
Ia berharap pemerintah kota bersama RT, RW, dan lurah setempat segera menggelar rapat untuk menertibkan kendaraan yang parkir di badan jalan kampung.
“Nek durung iso-iso mlebu dewe nang kampung, RT RW lurah e diajak rapat. Intine langsung kon ngalih kon ngobrak mobil sing garai macet mergane dalan umum dipek dewe koyo garasine dewe,” tambah Rahman. (*)
Editor : Lambertus Hurek