Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (HUMAS PEMKOT SURABAYA)RADAR SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan pelayanan publik di Kota Pahlawan tetap berjalan optimal meski dirinya akan menunaikan ibadah haji. Menjelang keberangkatannya, ia memberikan arahan khusus kepada para kepala dinas agar sistem birokrasi tetap responsif, terutama dalam menangani aduan warga dan menjalankan program berbasis lingkungan.Eri menekankan pentingnya percepatan penanganan aduan masyarakat. “Selama saya menjalankan ibadah haji, keluhan masyarakat harus tetap ditangani dengan cepat, maksimal 1x24 jam. Selain itu, program satu RW satu nakes juga harus sudah berjalan optimal ketika saya kembali,” ujarnya, Selasa (19/5).Baca Juga: Dituduh Begal Payudara, Motor Milik Pemuda Raib Dibawa Lari di Lidah Kulon Surabaya Selain program satu RW satu tenaga kesehatan, Eri juga menyoroti efektivitas program satu ASN satu RW. Menurutnya, program ini mulai menunjukkan hasil positif karena mampu mendekatkan penyelesaian persoalan langsung di tingkat lingkungan warga. “Harapan saya, seluruh persoalan masyarakat bisa selesai di tingkat RW dan tidak perlu sampai masuk ke hotline wali kota,” tegasnya.Baca Juga: Jejak Ma Chung, Sekolah Tionghoa Legendaris yang Pernah Bersinar di Kota Malang sebelum Orde BaruEri menjelaskan bahwa semakin sedikit laporan yang masuk ke hotline pengaduan, semakin baik sistem birokrasi berjalan. “Semakin sedikit hotline yang masuk, berarti sistem berjalan baik. Sebaliknya, jika hotline masih banyak, artinya masih ada persoalan yang belum ditindaklanjuti dengan optimal,” katanya.Ia menambahkan, keberadaan hotline bukan sekadar saluran laporan, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang transparan. Baca Juga: Ratusan Aduan Masuk Setiap Hari, Hotline “Lapor Cak Eri” Jadi Barometer Kecepatan Birokrasi Surabaya“Surabaya harus dibangun oleh sistem dan transparansi, bukan bergantung pada figur wali kota semata. Pemerintahan harus berjalan melalui birokrasi yang kuat dan responsif,” jelasnya.Eri juga mengingatkan para kepala dinas bahwa banyaknya laporan yang masuk akan berpengaruh terhadap penilaian kinerja. “Jika hotline yang masuk masih banyak, berarti masih banyak persoalan yang belum ditindaklanjuti. Itu tentu memengaruhi penilaian terhadap capaian output dan outcome kinerja kepala dinas,” tegasnya.
Eri memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal selama dirinya menunaikan ibadah haji selama kurang lebih dua pekan.
Menurutnya, momentum tersebut sekaligus menjadi pembuktian terhadap sistem birokrasi yang selama ini dibangun di lingkungan Pemkot Surabaya.
Eri dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji bersama sang istri, Rini Indriyani. Selain itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Lilik Arijanto juga turut menunaikan ibadah haji pada periode yang sama.
Karena itu, selama menjalankan ibadah haji, tugas kepala daerah akan dijalankan oleh Wakil Wali Kota Surabaya Armuji sebagai pelaksana harian (Plh).
Sementara posisi Plh Sekda akan dijabat oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syamsul Hariadi.
“Insyaallah pemerintahan tetap berjalan seperti biasa. Ini sekaligus menjadi pembuktian terhadap sistem yang sudah kami bangun,” kata Eri.
Ia menjelaskan, selama dua minggu meninggalkan Surabaya, kinerja birokrasi akan benar-benar terlihat, terutama dalam menjaga kecepatan pelayanan publik dan penanganan keluhan masyarakat dalam waktu 1x24 jam.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kota tidak boleh bergantung pada figur kepala daerah semata, melainkan pada kekuatan sistem birokrasi yang mampu bekerja cepat, tepat, dan konsisten melayani masyarakat.
“Surabaya tidak boleh bergantung pada wali kotanya. Keberhasilan Surabaya ditentukan oleh birokrasi yang cepat, sistem yang tepat, serta kolaborasi yang baik dengan masyarakat,” ujarnya.
Eri menegaskan, sebelum berangkat haji dirinya telah mengumpulkan seluruh jajaran perangkat daerah untuk memastikan seluruh sistem pelayanan tetap berjalan optimal selama dirinya berada di Tanah Suci (dim/nur)