Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cak Ji Digeruduk Puluhan Biduan Surabaya, Bukan Buat Nyanyi, Tapi Diwaduli Arisan Bodong dengan Kerugian Rp 2,2 Miliar

Nurista Purnamasari • Rabu, 13 Mei 2026 | 21:36 WIB
Puluhan penyanyi dangdut dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Mojokerto saat wadul kepada Wawali Armuji usai menjadi korban arisan bodong. (Youtube/@cakj1)
Puluhan penyanyi dangdut dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Mojokerto saat wadul kepada Wawali Armuji usai menjadi korban arisan bodong. (Youtube/@cakj1)
RADAR SURABAYA - Kasus dugaan arisan bodong kembali menghebohkan Surabaya dan sekitarnya. Kali ini, sebanyak 84 penyanyi dangdut dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Mojokerto mendatangi Wakil Wali Kota Surabaya Armuji.
Mereka mendatangi laki-laki yang akrab disapa Cak Ji tersebut untuk wadul karena kehilangan uang dengan total kerugian mencapai Rp 2,2 miliar. 
Skema arisan fiktif ini menyeret nama seorang penyanyi berinisial NA, yang diduga menawarkan keuntungan fantastis hingga 50 persen dalam hitungan hari.
Baca Juga: Harga Plastik Naik, Warga Surabaya Diajak Raih Cuan dengan Memilah Sampah

Modus Arisan Fiktif

Salah satu korban, Dea Bonita, menjelaskan bahwa pelaku menawarkan sistem arisan harian melalui grup percakapan. 
Korban cukup menyetor Rp 1 juta hingga Rp 3 juta, lalu dijanjikan pengembalian Rp 1,2 juta sampai Rp 4,5 juta. 
Para korban ditawari pelaku sistem arisan harian melalui grup percakapan dengan janji keuntungan yang besar. (Youtube/@cakj1)
Para korban ditawari pelaku sistem arisan harian melalui grup percakapan dengan janji keuntungan yang besar. (Youtube/@cakj1)
Awalnya terlihat seperti jual beli slot arisan biasa, namun ternyata semuanya fiktif. Nilai pokok kerugian mencapai Rp 1,8 miliar, dan jika dihitung dengan bunga yang dijanjikan, total kerugian korban mencapai Rp 2,2 miliar.
Baca Juga: Mahasiswa ITS Luncurkan Sistem Pemetaan Area Rawan Tindak Asusila 
Korban lain, Jihan Savita, mengaku sempat menerima keuntungan kecil di awal sehingga semakin percaya untuk menambah setoran. Dari total Rp 16 juta yang ia setor, hanya sebagian kecil yang kembali. 
Ia menyebut pelaku kini menghilang setelah berjanji menyelesaikan persoalan dalam dua minggu. 
Rumah pelaku di Driyorejo, Gresik, dilaporkan kosong, namun korban masih menemukan jejak keluarga pelaku di kawasan Sememi dan Benowo, Surabaya. Bahkan, ada bukti transfer uang ke rekening kakak pelaku.
Baca Juga: Buntut Video Viral Camat Digerebek Warga, Wawali Surabaya Cak Ji Datangi Kantor Kecamatan
Menanggapi laporan korban, Cak Ji menegaskan bahwa pola ini merupakan skema penipuan klasik atau Ponzi scheme, di mana uang anggota baru digunakan untuk membayar anggota lama. 
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan keuntungan besar yang tidak masuk akal. 
Cak Ji bahkan menginstruksikan timnya untuk mendampingi korban melakukan inspeksi mendadak ke kediaman keluarga pelaku di Sememi.
Baca Juga: Bukan Cuma Lalapan Ini Deretan Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan

Tenggat Laporan Polisi

Sekretaris For Justice, Yudistira Eka Putra, yang mendampingi korban, menyatakan mayoritas korban adalah warga Surabaya. 
Ia memberikan tenggat waktu hingga 17 Mei 2026 bagi pelaku untuk menunjukkan itikad baik. 
Jika tidak ada penyelesaian, kasus ini akan dilaporkan ke kepolisian. Menurut Yudistira, pelaku sempat mengakui di grup percakapan bahwa arisan tersebut memang fiktif dan hanya memutar uang anggota hingga akhirnya kolaps.
Baca Juga: Sempat Viral, Pencuri Sandaran Kursi Besi Milik Pemkot di Gubeng Surabaya Akhirnya Ditangkap
Kasus arisan bodong yang menjerat puluhan penyanyi dangdut di Surabaya menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap skema investasi cepat dengan keuntungan tidak masuk akal. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari
#Cak Ji #arisan bodong #surabaya #Penyanyi Dangdut #penipuan