Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Antisipasi Hantavirus, Kebersihan Lingkungan Asrama Haji Embarkasi Surabaya Diperketat Sesuai Standar WHO

Rahmat Sudrajat • Rabu, 13 Mei 2026 | 16:18 WIB
Petugas BBKK Surabaya saat melakukan pemasangan jebakan tikus yang tersebar di seluruh lingkungan Asrama Haji Embarkasi Surabaya. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Petugas BBKK Surabaya saat melakukan pemasangan jebakan tikus yang tersebar di seluruh lingkungan Asrama Haji Embarkasi Surabaya. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA - Belakangan ini dunia memang tengah digegerkan oleh merebaknya Hantavirus. Apalagi setelah terjadi kasus penularan Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang membuat 3 penumpangnya meninggal serta 11 orang penumpang dan kru terkonfirmasi virus tersebut. 

Hantavirus bersumber dari kotoran dan cairan tubuh hewan pengerat seperti tikus, namun strain Andes memiliki risiko penularan langsung antarindividu, artinya bisa menular antarmanusia.

Pengawasan kebersihan lingkungan menjadi prioritas utama bagi PPIH Embarkasi Surabaya. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan dini agar lingkungan dan kegiatan para jemaah senantiasa aman dan terhindar dari potensi penularan penyakit selama masa pemberangkatan ibadah haji tahun ini.

Baca Juga: Nauru Mau Ganti Nama Jadi Naoero, Ini Alasannya!

Sebagai bentuk tindakan antisipasi, PPIH Bidang Kesehatan Embarkasi Surabaya telah memasang sebanyak 100 unit trapping atau perangkap tikus yang disebar di berbagai titik yang dinilai rawan.

Penempatan jebakan ini tersebar di seluruh area, mulai dari halaman depan dan lahan parkir, sepanjang selasar gedung, di dalam kamar-kamar asrama, ruang dapur pengolahan makanan, hingga lokasi pembuangan sampah.

Khusus untuk umpannya, petugas menggunakan potongan kelapa bakar. 
Bahan ini sengaja dipilih karena memiliki aroma yang sangat kuat dan telah diakui sebagai standar internasional dalam upaya pengendalian populasi tikus. Hal ini dilakukan sesuai dengan  standar WHO atau organisasi kesehatan dunia. 

Baca Juga: Wabah Hantavirus Pernah Diramalkan Serial di The X-Files dan The Simpsons

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, menjelaskan bahwa pemasangan perangkap ini sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari prosedur intervensi jika ditemukan tanda-tanda keberadaan tikus di lingkungan sekitar.

Setelah dipasang, petugas akan memantau dan meninjau hasilnya selama beberapa hari berturut-turut. Jika dalam pengamatan tidak ditemukan lagi jejak maupun hewan pengerat tersebut, maka lingkungan asrama haji dinyatakan bebas tikus. 

Baca Juga: Temukan 25.400 Sim Card Sudah Teregistrasi, Polda Jatim Dalami Pemesan Kode OTP

Meski demikian, pengawasan tidak berhenti sampai di situ, melainkan terus dilakukan secara berkesinambungan demi menjamin keamanan dan kesehatan para jemaah.

“Kita pasang perangkap tikus sejak sebelumnya. Jika ditemukan jejak tikus, salah satu intervensi yang kita lakukan adalah memasang perangkap tersebut, kemudian kita amati hasilnya selama beberapa hari. Baru setelah itu kita nyatakan lingkungan asrama haji di tempat yang biasanya menjadi sarang mereka itu bebas tikus," tuturnya, Rabu (13/5). 

Sampai saat ini pihaknya tetap melakukan pengawasan ketat terkait kesehatan lingkungan Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Agar jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci tidak terpapar penyakit. 

"Dan alhamdulillah, hingga saat ini kondisi lingkungan Embarkasi Surabaya tetap bersih dan terjaga karena diawasi terus-menerus oleh tim kita maupun saling mengawasi bersama,” tegas Rosidi.

Baca Juga: Memprihatinkan, Kali Tebu Surabaya Panen Popok 

Meski kondisi di lingkungan asrama dan embarkasi saat ini dinyatakan aman dan bersih, Rosidi mengingatkan bahwa wilayah yang memiliki risiko paling tinggi terhadap keberadaan tikus sebenarnya berada di kawasan pelabuhan. 

Hal ini dikarenakan karakteristik lingkungan pelabuhan yang cenderung lembap dan memiliki tumpukan barang, yang menjadi tempat favorit bagi hewan pengerat untuk hidup dan berkembang biak.

“Tapi lokasi yang paling banyak berisiko sebenarnya ada di daerah pelabuhan. Karena kondisi lingkungannya berkaitan dengan tingkat kelembapan yang tinggi dan berbagai faktor lainnya yang sangat disukai tikus,” terangnya.

Baca Juga: Gara-Gara Sinkhole, Ribuan Warga di Limapuluh Kota Sumatera Barat Terisolasi 

Rosidi juga mengimbau langsung kepada seluruh jemaah haji yang sedang berada di asrama maupun yang baru akan tiba. 

Mengingat penularan Hantavirus sangat berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih, jemaah diharapkan selalu menjaga kebersihan diri maupun barang bawaan, serta memperhatikan kebersihan makanan yang dikonsumsi. 

Selain itu, jemaah juga diminta untuk segera melapor kepada petugas kesehatan jika mencium bau yang tidak sedap atau melihat kondisi lingkungan yang dinilai kurang bersih. Hal ini agar penanganan dapat segera dilakukan secara cepat dan tepat.

Baca Juga: Menteri HAM Pigai Akui Satu SPPG Urus 13 Sekolah di Surabaya Berat, Pengelola Amatir Harus Dihentikan

“Penularan Hantavirus ini sangat berkaitan dengan kebersihan. Jadi kita sarankan kepada seluruh jemaah untuk senantiasa menjaga kebersihan diri dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Misalnya ada bau yang tidak sedap atau kondisi kotor, segera sampaikan dan laporkan kepada kami.

Biasanya jika ada laporan terkait masalah lingkungan dan kesehatan, kami akan langsung menindaklanjutinya secepat mungkin,” pungkasnya. (rmt)

Editor : Nurista Purnamasari
#hantavirus #Haji 2026 #surabaya #BBKK Surabaya #Asrama Haji