Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gubernur Khofifah Terima Kepala BRIN di Grahadi, Bangun Kolaborasi Perkuat Riset dan Hilirisasi Inovasi

Lainin Nadziroh • Senin, 11 Mei 2026 | 16:36 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, dan Wagub Emil Elestianto Dardak saat menerima audiensi Kepala BRIN Arif Satria di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (9/5). (HUMAS PEMPROV JATIM)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, dan Wagub Emil Elestianto Dardak saat menerima audiensi Kepala BRIN Arif Satria di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (9/5). (HUMAS PEMPROV JATIM)
RADAR SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membangun kolaborasi dan sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna memperkuat riset dan mendorong hilirisasi inovasi yang berdampak bagi  masyarakat.
Hal tersebut  disampaikan Gubernur Khofifah saat menerima audiensi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (9/5). 
Bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak beserta jajaran Kepala Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pertemuan tersebut berlangsung sangat konstruktif khususnya terkait riset dan inovasi. 
Baca Juga: Dana MBG Mulai Dicairkan ke SPPG, Wagub Jatim Sebut Ada Kendala Administratif
“Pertemuan ini menjadi langkah strategis memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Jawa Timur sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna, khususnya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” kata Gubernur Khofifah.
Bukan tanpa alasan, menurutnya, penguatan pemanfaatan berbagai produk inovasi hasil kegiatan riset, pengembangan, pengkajian, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sangat penting agar memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional, meningkatkan daya saing bangsa serta memberikan solusi terhadap berbagai tantangan dimasyarakat.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap kolaborasi dan sinergi dengan BRIN dapat memperkuat hilirisasi inovasi yang berdampak bagi  masyarakat. (HUMAS PEMPROV JATIM)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap kolaborasi dan sinergi dengan BRIN dapat memperkuat hilirisasi inovasi yang berdampak bagi  masyarakat. (HUMAS PEMPROV JATIM)
Tak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyebut, pentingnya membuka akses informasi hasil riset seluas-luasnya kepada para stakeholder agar inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Baca Juga: Kabar Baik untuk UMKM! Gubernur Khofifah Sebut Bunga KUR Bank Jatim 5,99 Persen Jadi Harapan Baru
“Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pemanfaatan riset dan inovasi. Maka yang terpenting adalah bagaimana hasil riset dapat diakses, dimanfaatkan, dan dikembangkan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Gubernur Khofifah menambahkan, Jawa Timur akan  memperkuat kolaborasi bersama BRIN untuk mengenal potensi inovasi yang dimiliki dan dikembangkan sehingga bisa mempercepat hilirisasi hasil riset dan mendorong pemanfaatan inovasi secara lebih luas.
BRIN, tambahnya, disebut memiliki sekitar 6.000 kekayaan intelektual yang sebagian telah memiliki hak paten dan tersimpan dalam database nasional.
Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Jual Beli Mobil Online, Ngaku Omzet hingga Miliaran Rupiah
Berbagai inovasi tersebut mencakup sektor pangan, kesehatan, energi, lingkungan, teknologi maritim, hingga pengolahan limbah.
“BRIN ini punya ribuan produk inovasi mulai riset tentang kedaulatan pangan, ketahanan energi, kesehatan, penguatan industri strategis, dan banyak lainnya,” terangnya.
“Maka ini bisa jadi peluang strategis Jawa Timur untuk berkolaborasi. Misalnya hari ini kita khusus hadirkan Prof Cita, Direktur RS Soetomo, untuk nanti kedepannya bisa saling bekerja sama di sektor layanan kesehatan,” tambahnya.
Baca Juga: Kabar Gembira! Pemerintah Pastikan Tidak Ada PHK Massal Guru Non-ASN
Gubernur Khofifah menuturkan, salah satu potensi kolaborasi BRIN dan RS Soetomo adalah terkait riset dan pengembangan alat kesehatan tercanggih milik BRIN yang kemudian bisa dikolaborasikan dengan clinic research RS Soetomo yang saat ini menjadi percontohan nasional. 
“Ada salah satu produk unggulan riset dan inovasi milik BRIN namanya Implan Tulang, solusi material media berkualitas tinggi untuk rekonstruksi tulang akibat cedera. Produk inovasi dan teknologi kesehatan seperti ini bisa jadi peluang kolaborasi,” lanjutnya.
Di sektor pangan, ada inovasi food saver, solusi penyimpanan terintegrasi hemat energi, salah satu teknologi penyimpanan pangan untuk efisiensi distribusi skala industri. Menurutnya, teknologi ini bisa bermanfaat memperpanjang masa simpan berbagai komoditas.
Baca Juga: Megawati Hangestri Resmi Gabung Hyundai Hillstate, Isi Slot Pemain Asia untuk V-League 2026/2027
“Inovasi food saver, produk unggulan riset dan inovasi milik BRIN. Ini merupakan teknologi penyimpanan beras, telur, dan gudang pangan agar kualitas produk tetap terjaga lebih lama,” jelasnya.
“Untuk produk yang rentan busuk seperti buah-buahan yang cenderung cepat busuk juga bisa menggunakan inovasi seperti ini sehingga produk bisa tetap fresh dan segar, kami akan hubungan dengan Dinas terkait supaya bisa berkolaborasi dengan BRIN,” terangnya.
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim atas dukungan dan kolaborasi yang terus diperkuat dalam upaya membangun ekosistem riset dan mempercepat hilirisasi inovasi di daerah.
Baca Juga: Jalan Kali Tebu Surabaya Rampung Diaspal, Pemkot Fokus Tambah Fasilitas dan Cegah Balap Liar
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur atas dukungannya kepada kami untuk saling berkolaborasi dengan BRIN khususnya memperkuat riset dan mendorong hilirisasi inovasi,” kata Arif.
Ia menegaskan bahwa ke depan BRIN akan terus membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah agar hasil riset dan inovasi tidak berhenti pada tahap pengembangan, tetapi dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ke depan, masukan strategis terkait teknologi dan inovasi akan terus kami kembangkan, tentu dengan bekerja sama dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah sehingga hasilnya bisa benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Nurista Purnamasari
#hilirisasi inovasi #BRIN #Jawa Timur #khofifah indar parawansa #riset