RADAR SURABAYA — PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Lewat Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC se-Kota Surabaya di Grand Empire Palace, Minggu (10/5), partai berlambang banteng moncong putih itu menegaskan target merebut kembali dominasi politik dengan membidik minimal 15 kursi DPRD Surabaya.
Tak sekadar konsolidasi lima tahunan, Musancab kali ini juga menjadi ajang regenerasi besar-besaran dengan membuka ruang lebih luas bagi kader muda atau Gen Z masuk dalam struktur partai.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPP PDIP Bidang Pendidikan sekaligus anggota DPR RI Puti Guntur Soekarno, Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Deni Wicaksono, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji, jajaran pengurus DPD dan DPC, anggota fraksi, hingga seluruh pengurus PAC se-Surabaya.
Baca Juga: Keterlaluan! Komponen TL di Jalan Pegirian Surabaya Dicuri
Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji atau yang akrab disapa Cak Ji menegaskan restrukturisasi pengurus PAC merupakan langkah penting untuk memperkuat organisasi menghadapi perubahan peta politik dan dominasi pemilih muda.
“Minimal 50 persen anak-anak Gen Z masuk dalam jajaran pengurus. Kita harus menyesuaikan dengan tantangan politik ke depan,” kata Armuji.
Baca Juga: Lagi-Lagi Bekas Tambang Galian C Makan Korban, Remaja 14 Tahun di Ngawi Tewas Tenggelam
Menurutnya, kader partai tidak cukup hanya menjadi politisi yang mengejar kekuasaan, melainkan harus menjadi “manusia politik” yang mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan turun langsung mendengar kebutuhan rakyat.
“Kalau jadi manusia politik, kalian punya ide, gagasan dan inovasi untuk menggerakkan organisasi dan mendengar rakyat,” tegasnya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Kebut Bangun 8 Rumah Pompa Baru, Salah Satunya di Lokasi Langganan Banjir
Dalam forum tersebut, Cak Ji juga memberi peringatan keras terhadap kader yang bermain-main dengan program bantuan atau memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.
“Saya tidak mau dengar ada pengurus PAC menarik uang rakyat dari program bantuan. Kalau ada bukti, langsung kita evaluasi dan ganti,” ujarnya disambut tepuk tangan kader.
Baca Juga: Dua Pria Terekam CCTV Curi Motor Mahasiswa di Warkop Jalan Ngagel Jaya Selatan Surabaya
Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Deni Wicaksono menyebut hasil Pemilu 2024 menjadi alarm serius bagi PDIP Surabaya setelah jumlah kursi DPRD turun menjadi 11 kursi.
“Surabaya ini kandang banteng dan tempat lahir Bung Karno. Maka target kita jelas, minimal kembali 15 kursi DPRD pada 2029,” tegas Deni.
Ia menambahkan, regenerasi menjadi kunci penting karena mayoritas pemilih pada Pemilu 2029 diprediksi berasal dari kalangan Gen Z dan milenial. “Tahun 2029 pemilih Gen Z hampir 60 persen. Kalau kita tidak memberi ruang anak muda, kita akan tertinggal,” ujarnya.
Tak hanya itu, Deni juga meminta kader menghentikan konflik internal dan praktik blok-blokan yang selama ini dinilai melemahkan soliditas partai. “Tidak ada lagi orang-orangan. Semua adalah orangnya PDI Perjuangan,” katanya.
Ketua DPP PDIP Bidang Pendidikan Puti Guntur Soekarno turut menekankan pentingnya loyalitas ideologis dan penguasaan media sosial dalam pertarungan politik modern.
“Hari ini partai lain berlomba merekrut anak muda. Kita tidak boleh tertinggal. Semua kader harus melek digital dan media sosial,” ujar Puti.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Minggu 10 Mei 2026, Siang Panas Terik Suhu Terasa seperti 40 Celcius
Musancab PDIP Surabaya ditutup dengan pelantikan dan pengambilan sumpah janji pengurus PAC se-Kota Surabaya. Forum tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya konsolidasi total PDIP Surabaya untuk merebut kembali kejayaan politik di Kota Pahlawan pada Pemilu 2029 mendatang. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto