RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus. Hingga kini, belum ada kasus positif yang terkonfirmasi di Kota Pahlawan.
Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menegaskan bahwa hantavirus bukan penyakit baru.
“Hantavirus ini sebenarnya bukan penyakit baru. Sudah lama ada dan penularannya dari tikus. Sampai sekarang di Surabaya juga belum ada kasus yang terbukti positif,” ujarnya, Jumat (8/5).
Baca Juga: Liverpool vs Chelsea: Liverpool Dapat Kabar Gembira, Alexander Isak Berpeluang Comeback!
Gejala Mirip Flu, Perlu Waspada
Billy menjelaskan, gejala hantavirus sering menyerupai flu biasa (common cold). Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada tanpa panik berlebihan.
Menurutnya, langkah paling penting adalah memperkuat deteksi dini dan menjaga daya tahan tubuh.
Sebagai bentuk pencegahan, Dinkes Surabaya mendorong agar pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk transportasi publik kembali diaktifkan menggunakan alat pemindai suhu elektronik.
“Kalau ada yang terdeteksi suhu tubuhnya di atas normal, tentu harus segera dipantau atau dilakukan langkah pengawasan lebih lanjut,” jelas Billy.
Imbauan Hidup Sehat
Masyarakat diimbau untuk kembali menerapkan pola hidup sehat, mulai dari menjaga pola makan, istirahat cukup, hingga menggunakan masker di ruang tertutup atau keramaian.
Billy mencontohkan sejumlah negara Eropa yang juga meningkatkan kewaspadaan dengan penggunaan alat pelindung diri.
Baca Juga: Ponpes Ndholo Kusumo Pati Resmi Ditutup Kemenag, Semua Santri Dipindahkan
“Yang paling penting masyarakat tetap menjaga daya tahan tubuh. Olahraga rutin, makan bergizi, dan kalau berada di keramaian atau ruang tertutup sebaiknya menggunakan masker,” tuturnya.
Pemkot Surabaya masih menunggu arahan teknis dari Kementerian Kesehatan terkait mekanisme skrining hantavirus. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin disebut telah meminta panduan resmi kepada WHO.
“Kami masih menunggu guidance dari Kementerian Kesehatan terkait screening. Namun Pemkot Surabaya tetap aktif berkoordinasi dan menyiapkan langkah antisipasi,” kata Billy.
Vaksinasi untuk Pelancong
Dinkes Surabaya juga mengingatkan warga yang akan bepergian ke luar negeri untuk melengkapi vaksinasi, seperti meningitis, influenza, dan pneumonia. Vaksinasi tersebut dapat diakses di RSUD Dr. Soewandhie Surabaya.
Baca Juga: Haji 2026: Kedatangan Perdana 8.000 Botol Air Zamzam di Asrama Haji Surabaya dari Jeddah
“Untuk warga yang bepergian ke luar negeri, vaksinnya harus dilengkapi. Itu penting sebagai perlindungan,” pungkas Billy. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari