Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Siaga Hantavirus, Dinkes Imbau Warga Jaga Daya Tahan Tubuh

Dimas Mahendra • Sabtu, 9 Mei 2026 | 03:55 WIB
Kepala Dinkes Surabaya dr. Billy Daniel Messakh. (HUMAS PEMKOT SURABAYA)
Kepala Dinkes Surabaya dr. Billy Daniel Messakh. (HUMAS PEMKOT SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus. Hingga kini, belum ada kasus positif yang terkonfirmasi di Kota Pahlawan.

Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menegaskan bahwa hantavirus bukan penyakit baru.

“Hantavirus ini sebenarnya bukan penyakit baru. Sudah lama ada dan penularannya dari tikus. Sampai sekarang di Surabaya juga belum ada kasus yang terbukti positif,” ujarnya, Jumat (8/5).

Baca Juga: Liverpool vs Chelsea: Liverpool Dapat Kabar Gembira, Alexander Isak Berpeluang Comeback!

Gejala Mirip Flu, Perlu Waspada

Billy menjelaskan, gejala hantavirus sering menyerupai flu biasa (common cold). Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada tanpa panik berlebihan.

Menurutnya, langkah paling penting adalah memperkuat deteksi dini dan menjaga daya tahan tubuh.

Sebagai bentuk pencegahan, Dinkes Surabaya mendorong agar pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk transportasi publik kembali diaktifkan menggunakan alat pemindai suhu elektronik.

Baca Juga: Gerak Cepat Cegah Penyebaran Hantavirus dari Kapal Pesiar MV Hondius, Tracing hingga Isolasi Penumpang 

“Kalau ada yang terdeteksi suhu tubuhnya di atas normal, tentu harus segera dipantau atau dilakukan langkah pengawasan lebih lanjut,” jelas Billy.

Imbauan Hidup Sehat

Masyarakat diimbau untuk kembali menerapkan pola hidup sehat, mulai dari menjaga pola makan, istirahat cukup, hingga menggunakan masker di ruang tertutup atau keramaian. 

Billy mencontohkan sejumlah negara Eropa yang juga meningkatkan kewaspadaan dengan penggunaan alat pelindung diri.

Baca Juga: Ponpes Ndholo Kusumo Pati Resmi Ditutup Kemenag, Semua Santri Dipindahkan 

“Yang paling penting masyarakat tetap menjaga daya tahan tubuh. Olahraga rutin, makan bergizi, dan kalau berada di keramaian atau ruang tertutup sebaiknya menggunakan masker,” tuturnya.

Pemkot Surabaya masih menunggu arahan teknis dari Kementerian Kesehatan terkait mekanisme skrining hantavirus. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin disebut telah meminta panduan resmi kepada WHO.

“Kami masih menunggu guidance dari Kementerian Kesehatan terkait screening. Namun Pemkot Surabaya tetap aktif berkoordinasi dan menyiapkan langkah antisipasi,” kata Billy.

Vaksinasi untuk Pelancong

Dinkes Surabaya juga mengingatkan warga yang akan bepergian ke luar negeri untuk melengkapi vaksinasi, seperti meningitis, influenza, dan pneumonia. Vaksinasi tersebut dapat diakses di RSUD Dr. Soewandhie Surabaya.

Baca Juga: Haji 2026: Kedatangan Perdana 8.000 Botol Air Zamzam di Asrama Haji Surabaya dari Jeddah 

“Untuk warga yang bepergian ke luar negeri, vaksinnya harus dilengkapi. Itu penting sebagai perlindungan,” pungkas Billy. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#hantavirus #surabaya #kesehatan #who #Dinkes Surabaya