RADAR SURABAYA - Distribusi air zamzam untuk jemaah haji Embarkasi Surabaya mulai datang secara bertahap. Sebanyak 8.000 kardus berisi air zamzam tersebut tiba di Asrama Haji Surabaya, Jumat (8/5) malam.
Pengiriman perdana ini diangkut menggunakan pesawat milik maskapai Saudi Arabia Airlines yang berangkat dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
Diperkirakan akan ada lebih dari 11 kali penerbangan pengiriman yang berlangsung hingga 18 Mei mendatang.
Manajer Operasional Saudi Arabia Airlines, Yusuf Rahmani, menjelaskan bahwa kedatangan zamzam dimulai sejak hari ini. Setiap kali penerbangan pengiriman dilakukan, pesawat akan membawa sekitar 4.000 botol air zamzam.
"Hari ini sudah tiba sebanyak 8.000 botol dan selanjutnya akan terus berdatangan secara bertahap. Ada sekitar 11 kali penerbangan yang membawa zamzam, dengan rata-rata 4.000 botol per penerbangan," ungkap Yusuf.
"Insyaallah paling lambat tanggal 18 Mei nanti distribusi sudah lengkap sesuai dengan kouta jemaah Embarkasi Surabaya," imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa jumlah air zamzam yang dikirimkan telah disesuaikan dengan kouta jemaah dan petugas haji Embarkasi Surabaya sebanyak 44.080 orang yang berasal dari Jawa Timur, Bali dan NTT.
Terkait dengan jemaah yang batal atau menunda keberangkatan, Yusuf menjelaskan bahwa hak atas air zamzam hanya berlaku bagi mereka yang benar-benar berangkat ke Tanah Suci.
Namun, ada pengecualian khusus bagi jemaah yang sudah berangkat namun meninggal dunia saat melaksanakan ibadah.
Baca Juga: Kasus Joki UTBK di Surabaya, DPRD Desak Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Blangko E-KTP
"Terkait jemaah yang menunda atau batal berangkat, pastinya kami tidak menyiapkan jatah air zamzamnya. Namun, berbeda halnya jika jemaah sudah berangkat ke Tanah Suci, lalu kemudian meninggal dunia di Madinah maupun di Mekkah, maka jatah air zamzamnya tetap akan kami siapkan dan berikan kepada ahli warisnya di sini," jelasnya.
Nantinya, pembagian zamzam baru akan dilakukan saat jemaah tiba kembali di tanah air usai menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, pembagian zamzam di asrama haji nantinya saat jemaah keluar dari ruang kedatangan dan mengambil barang bawaan mereka, air zamzam pun sudah siap dibawa pulang bersamaan dengan koper masing-masing.
Saat ini zamzam tersebut disimpan di gudang penyimpanan khusus yang berada di dalam lingkungan asrama tepatnya di gedung A.
Baca Juga: Denda Tak Buat Jera, Pemkot Surabaya Siapkan Hukuman Malu untuk Pembuang Sampah Liar
"Gudang penyimpanan ini memang difasilitasi oleh PPIH. Tahun ini lokasinya ada di Gedung A yang dikhususkan untuk penempatan air zamzam. Tempat ini sudah steril. Tidak sembarangan orang bisa masuk ke sana, aksesnya hanya terbatas bagi kami dari pihak maskapai dan petugas berwenang dari PPIH saja," tegasnya.
Pengiriman zamzam dilakukan bersamaan dengan gelombang kedua keberangkatan jemaah.
Pesawat yang membawa jemaah dari Surabaya ke Jeddah, saat perjalanan kembali ke Surabaya dalam keadaan kosong atau tidak mengangkut penumpang, sehingga ruang muat untuk mengangkut zamzam tersebut.
"Jadi pesawat berangkat dari Surabaya mengantar jemaah ke Jeddah. Nah, saat pesawat kembali ke Surabaya dalam keadaan kosong atau tidak ada penumpang, kami memuat zamzam untuk dikirimkan ke sini," paparnya.
Sementara itu, terkait ukuran zamzam yang didapatkan jemaah, Yusuf menyebutkan tidak ada perubahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Setiap jemaah tetap berhak mendapatkan jatah sebesar 5 liter air zamzam," pungkasnya. (rmt)
Editor : Nurista Purnamasari