RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya menegaskan posisinya sebagai pelopor kota ramah anak di Indonesia. Melalui sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), taman-taman di Kota Pahlawan kini bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga ruang edukasi dan interaksi sosial yang aman serta inklusif.
Empat taman besar telah menyandang status RBRA hingga tahun 2026, yakni Taman Flora, Taman Cahaya, Taman Bungkul, dan Taman Sejarah.
Sertifikasi ini menandai keberhasilan Surabaya dalam memenuhi standar nasional keamanan, kebersihan, dan kenyamanan bagi anak-anak.
Baca Juga: Tertinggi Kedua di Indonesia, Angka Penduduk Lansia di Jatim Meningkat
Raisya dan Merci, siswi SDN Ngagel Rejo 3, mengaku rutin berkunjung ke Taman Flora untuk belajar sambil bermain.
“Di sini nyaman banget dan sejuk. Kami sering diajak sekolah belajar sambil bermain. Mainan favorit kami ayunan,” ujar Raisya, Kamis (7/5).
Sementara itu, Ikrimatul Jatul Ulya, guru RA Insan Mulya, menilai taman di Surabaya sangat mendukung kegiatan outing class.
Baca Juga: SITS Jadi Mata Kota, Pemkot Surabaya Percepat Transformasi Smart City
“Tempatnya asri dan bersih, anak-anak bisa berkegiatan dengan aman. Harapannya fasilitas terus ditambah dan kebersihan tetap jadi prioritas,” tuturnya.
Daya Tarik Hingga Luar Kota
Tak hanya warga Surabaya, taman-taman ini juga menarik pengunjung dari luar daerah. Putri Windawati, warga Sidoarjo, memilih Taman Bungkul sebagai destinasi favorit keluarga.
“Fasilitasnya lengkap, ada toilet bersih, parkir luas, dan permainan banyak. Anak-anak betah berlama-lama,” ungkapnya.
Baca Juga: Meriahkan Hari Menggambar, 85 Perupa Tampilkan Karya Nusantara di Alun-Alun Surabaya
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Surabaya, Pramudita Yustiani, menegaskan bahwa sertifikasi RBRA bukan sekadar label, melainkan bentuk standarisasi pelayanan publik.
“Mainan harus aman, jarak antar mainan tidak boleh berhimpitan, tidak boleh ada tanaman berduri. Kami juga sediakan ruang laktasi, akses disabilitas, dan CCTV,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemkot Surabaya terus melakukan monitoring harian melalui Tim Dekorasi Kota untuk memastikan fasilitas taman tetap terjaga.
Kolaborasi antar perangkat daerah dan dukungan CSR sektor swasta juga menjadi kunci keberlanjutan program ini.
Baca Juga: Gemar Main Judi, Lupa Nafkah Anak Istri, Akhirnya Gugat Cerai Suami
Pramudita menutup dengan ajakan kepada masyarakat agar ikut menjaga fasilitas taman.
“Taman ini untuk kegiatan sosial dan edukasi. Kami berharap warga ikut menjaga, karena tidak mungkin kami mengawasi 24 jam penuh. Ayo kita jaga bareng-bareng agar anak-anak Surabaya selalu punya tempat nyaman untuk tumbuh dan berkembang,” pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari