Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Haji 2026: Dua Jemaah Meninggal Dunia pada Gelombang Pertama, PPIH Embarkasi Surabaya Pastikan Mendapat Asuransi dan Badal Haji

Nurista Purnamasari • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:51 WIB
Jemaah haji pada gelombang pertama di Embarkasi Surabaya, kini keberangkatan ke tanah suci sudah menginjak gelombang kedua. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Jemaah haji pada gelombang pertama di Embarkasi Surabaya, kini keberangkatan ke tanah suci sudah menginjak gelombang kedua. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA - Pelaksanaan pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama Embarkasi Surabaya menuju Madinah telah berakhir Rabu (6/5).

PPIH Embarkasi Surabaya mencatat dua jemaah haji asal Kabupaten Pasuruan dilaporkan meninggal dunia.

“Jadi di gelombang pertama ini ada satu jemaah yang meninggal dari kloter 8 dari Kabupaten Pasuruan dan jemaah haji yang dipulangkan ke daerah asal Pasuruan kabarnya meninggal dunia,” tutur Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, Kamis (7/5). 

Baca Juga: Kabar Baik untuk UMKM! Gubernur Khofifah Sebut Bunga KUR Bank Jatim 5,99 Persen Jadi Harapan Baru

Anam memastikan bahwa pemerintah akan memenuhi seluruh prosedur resmi bagi jemaah yang meninggal dunia, mencakup pemenuhan hak administrasi hingga urusan ibadah. 

Bagi jemaah yang belum sempat menunaikan rangkaian haji, PPIH akan memfasilitasi program badal haji.

“Badal haji bagi jemaah yang meninggal dunia akan diatur oleh petugas, dengan menunjuk pihak yang memenuhi syarat untuk melaksanakan ibadah haji atas nama jemaah tersebut,” jelas Anam.

Baca Juga: Haji 2026: 21.246 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Berangkat ke Madinah, Gelombang Kedua Dimulai

Selain itu, keluarga yang ditinggalkan dipastikan akan menerima asuransi kematian. Meski nilai pastinya masih menunggu regulasi terbaru, Anam berharap nominalnya tetap setara dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) atau sekitar Rp 35,6 juta.

“Secara otomatis mereka akan mendapatkan asuransi. Besarannya ini yang kami belum bisa memastikan karena nanti itu pasti akan ada aturan terkait dengan itu. Kalau kemarin kan sebesar BPIH. Nilainya kami belum berani mengatakan, tapi kita berharap setara dengan nilai BPIH,” ungkapnya.

Dari catatan PPIH Embarkasi Surabaya, jemaah pertama yang meninggal dunia yakni Kamariyah Dulayib, 85 dari kloter 8, yang mengembuskan napas terakhir di Madinah akibat gangguan pernapasan. 

Baca Juga: Khawatir Penyebaran Hantavirus, Sejumlah Negara Tolak Kapal Pesiar MV Hondius Singgah

Sementara itu, Akhmad Tohar Abdul Muin dari kloter 6, yang didiagnosa menderita penyakit paru-paru, sempat menjalani perawatan di RS Haji Surabaya sebelum akhirnya dipulangkan dan meninggal dunia di daerah asalnya.

Hingga berakhirnya fase gelombang pertama sebanyak kloter 56, total jemaah yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci mencapai 21.246 orang atau sekitar 48 persen. 

Namun, saat ini masih terdapat empat jemaah yang menjalani perawatan intensif di RS Haji Surabaya. 

“Masih ada empat orang di rumah sakit Haji Surabaya dan ada pendampingnya,” kata Anam. 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Kamis 7 Mei: Siang Panas Terik, Peluang Hujan Sedikit

Sementara itu, tiga jemaah dipastikan batal berangkat tahun ini karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan karena sakit dan hamil. 

Mereka yang batal berangkat tahun ini akan diprioritaskan untuk keberangkatan tahun depan.

Menyongsong gelombang kedua, PPIH mengimbau jemaah agar lebih teliti dalam menyiapkan perlengkapan salah satunya ihram karena jemaah langsung mengenakan ihram. 

Baca Juga: Bursa Transfer: Manchester United Siapkan Transfer Sensasional! Sir Jim Ratcliffe Ingin Bajak Harry Kane dari Bayern Munich

Karena jemaah gelombang kedua akan mendarat Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan langsung melaksanakan umrah wajib setibanya di Makkah. (rmt)

Editor : Nurista Purnamasari
#haji gelombang pertama #Haji 2026 #surabaya #Jemaah Meninggal #jemaah haji