Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Asesmen Mahasiswa Baru Unair 2026: Tes Psikologi dan Bahasa Inggris untuk Pemetaan Pembelajaran

Rahmat Sudrajat • Selasa, 5 Mei 2026 | 15:34 WIB
Persiapan asesmen mahasiswa baru dilakukan di Hall Ternate ASEEC Tower Kampus Dharmawangsa-B Unair, Surabaya. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya).
Persiapan asesmen mahasiswa baru dilakukan di Hall Ternate ASEEC Tower Kampus Dharmawangsa-B Unair, Surabaya. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya).

RADAR SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) menggelar asesmen kesiapan belajar bagi seluruh mahasiswa baru (maba) sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pendidikan. Kegiatan ini berlangsung pada 4–8 Mei 2026 di lingkungan kampus.

Direktur Pendidikan Unair, Maftuchah Rochmanti, menjelaskan bahwa asesmen ini bertujuan untuk memetakan kondisi awal mahasiswa, baik dari sisi psikologis maupun kemampuan akademik, termasuk penguasaan bahasa Inggris.

“Tujuan asesmen ini adalah agar kami dapat melakukan pemetaan secara menyeluruh terhadap mahasiswa baru,” ujarnya di Hall Ternate ASEEC Tower Kampus Dharmawangsa-B Unair, Selasa (5/5).

Menurutnya, hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun program pendampingan yang lebih personal dan tepat sasaran.

Baca Juga: Mobil Bertenaga Reaksi Kimia Karya Mahasiswa ITS Juara ICRCC 2026, Bukti Inovasi Energi Ramah Lingkungan

Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai standar program studi.

Bukan untuk Menggugurkan Mahasiswa

Maftuchah menegaskan bahwa asesmen ini tidak berfungsi sebagai alat seleksi ulang. Seluruh mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini telah resmi diterima di Unair.

“Asesmen ini tidak untuk menggugurkan mahasiswa. Fokusnya adalah memahami kesiapan belajar mereka sebelum memasuki kegiatan akademik yang padat,” tegasnya.

Langkah ini dinilai penting karena setiap mahasiswa memiliki latar belakang, kemampuan, dan kebutuhan belajar yang berbeda.

Dengan data yang komprehensif, kampus dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih optimal.

Gunakan Lima Instrumen Penilaian

Dalam pelaksanaannya, Unair menggunakan lima alat ukur berbeda yang dikelola oleh Airlangga Assessment Center (AAC). Instrumen ini dirancang untuk menghasilkan data yang akurat dan objektif.

Selain tes psikologi, mahasiswa juga wajib mengikuti English Language Proficiency Test (ELPT).

Baca Juga: Haji 2026: Banyak Open Seat Haji di Embarkasi Surabaya, Aturan Manifest Ketat Jadi Kendala Utama

Tes ini menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung keberhasilan studi, mengingat banyak referensi akademik menggunakan bahasa Inggris.

“Tes ELPT menjadi bagian penting karena kemampuan bahasa Inggris sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran,” tambahnya.

Pendampingan Lebih Personal

Hasil asesmen akan digunakan sebagai dasar pemberian layanan yang bersifat personal kepada mahasiswa.

Meski tidak mengubah kurikulum, pendekatan pembelajaran akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing mahasiswa.

Rekomendasi dari AAC juga akan membantu dosen wali dalam memberikan pendampingan yang lebih tepat.

“Pendampingan bisa diarahkan secara khusus sesuai kebutuhan mahasiswa, sehingga lebih efektif,” jelas Maftuchah.

Fasilitas Pendukung Disiapkan

Untuk menunjang proses tersebut, Unair telah menyiapkan berbagai fasilitas, seperti layanan meja bantuan di setiap fakultas dan Help Center di bawah Direktorat Kemahasiswaan.

Layanan ini ditujukan bagi mahasiswa yang mengalami kendala, baik akademik maupun nonakademik, selama masa perkuliahan.

Di akhir keterangannya, Maftuchah mengimbau mahasiswa baru untuk mengikuti asesmen dengan serius dan jujur.

“Kejujuran dalam pengisian asesmen sangat penting agar hasilnya valid dan tindak lanjut yang kami lakukan benar-benar sesuai kebutuhan mahasiswa,” pungkasnya.(rmt) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#mahasiswa baru #asesmen #universitas airlangga