Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mobil Bertenaga Reaksi Kimia Karya Mahasiswa ITS Juara ICRCC 2026, Bukti Inovasi Energi Ramah Lingkungan

Rahmat Sudrajat • Selasa, 5 Mei 2026 | 12:50 WIB
Tim Spektronics ITS mempersiapkan mobil reaksi kimia sebelum berlaga di lintasan Race Competition ICRCC 2026. (Rahmat Sudrajat)
Tim Spektronics ITS mempersiapkan mobil reaksi kimia sebelum berlaga di lintasan Race Competition ICRCC 2026. (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan kiprahnya dalam pengembangan inovasi ramah lingkungan melalui ajang Indonesia Chemical Reaction Car Competition (ICRCC) 2026.

Kompetisi berskala internasional ini digelar di Gedung Pusat Robotika ITS dan menjadi bagian dari rangkaian Chemical Engineering Innovation Festival (Chernival) 2026.

Setelah terakhir diselenggarakan pada 2023, ICRCC kembali hadir dengan antusiasme tinggi dari peserta berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan teknologi mobil berbasis reaksi kimia sebagai sumber energi alternatif.

Ketua Pelaksana Chernival 2026, Annisa Aniqah Rahmatillah, menjelaskan bahwa kompetisi ini tidak hanya berfokus pada persaingan, tetapi juga mendorong kreativitas dan inovasi mahasiswa di bidang teknik kimia.

“Kompetisi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkreasi sekaligus membuktikan bahwa reaksi kimia dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi yang ramah lingkungan dan efisien,” ujarnya, Selasa (5/5).

Baca Juga: Haji 2026: Banyak Open Seat Haji di Embarkasi Surabaya, Aturan Manifest Ketat Jadi Kendala Utama

Dalam kompetisi ini, setiap tim ditantang merancang mobil prototipe yang digerakkan sepenuhnya oleh reaksi kimia hasil inovasi mereka.

Peserta harus melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari penilaian dokumen, voting poster dan video profil, hingga uji kelayakan dan presentasi desain.

Pada tahap final, kendaraan diuji di lintasan sepanjang 15 meter dengan target utama ketepatan berhenti di titik 9 meter. Selain itu, kemampuan membawa beban juga menjadi faktor penting dalam penilaian.

“Ketelitian dalam merancang sistem tenaga dan struktur kendaraan sangat menentukan hasil akhir,” tambahnya.

Sebanyak 13 tim terbaik berhasil melaju ke babak final. Di antaranya tim Stoichiomatrix dari Universitas Diponegoro, tim Reactics dari Universitas Gadjah Mada, serta dua tim tuan rumah, Spektronics 30 dan Spektronics 31.

Hasil akhir menunjukkan dominasi ITS. Tim Spektronics 31 keluar sebagai juara pertama, disusul Spektronics 30 di posisi kedua, sementara juara ketiga diraih tim Reactics Antrasena dari Universitas Gadjah Mada.

Baca Juga: Sebulan, 141 Jukir Ditindak Polrestabes Surabaya, Wilayah Sawahan Terbanyak

Keberhasilan ini menandai kedua kalinya ITS meraih gelar juara umum dalam kompetisi ICRCC, sekaligus memperkuat posisinya sebagai kampus unggulan dalam inovasi teknologi berbasis energi alternatif.

Menurut Annisa, ajang ini juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin energi bersih dan terjangkau serta pengembangan industri dan inovasi.

“Kami berharap inovasi yang dihasilkan tidak berhenti di kompetisi saja, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tutupnya.(rmt) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#kreativitas mahasiswa indonesia #Indonesia Chemical Reaction Car Competitio #its