RADAR SURABAYA – Musim hujan segera berlalu. Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kekeringan dan cuaca ekstrem pada semester kedua tahun 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Surabaya Yanu Mardianto mengatakan, masyarakat perlu mewaspadai dampak musim kemarau, terutama potensi panas ekstrem yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.
“Yang harus diwaspadai adalah dampak La Nina. Udara panas ekstrem saat puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada bulan Agustus,” ujar Yanu pada Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi cuaca panas berlebih berisiko memicu gangguan kesehatan, terutama bagi warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Karena itu, masyarakat diminta mengurangi kegiatan di bawah terik matahari pada jam rawan.
BPBD Surabaya mengimbau warga menghindari aktivitas luar ruangan pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB. Jika terpaksa keluar rumah, warga disarankan menggunakan topi, pakaian lengan panjang berbahan tipis, kacamata hitam, serta pelindung kulit.
Selain itu, warga diminta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air minum minimal dua hingga tiga liter per hari agar terhindar dari dehidrasi.
“Jangan menunggu haus baru minum. Kalau banyak aktivitas di luar, sebaiknya membawa botol minum sendiri,” katanya.
Yanu juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala heatstroke atau sengatan panas, seperti pusing, mual, kulit terasa panas dan kering, serta detak jantung cepat. Jika gejala tersebut muncul, warga diminta segera berteduh, melakukan kompres dingin, dan minum air putih.
Baca Juga: Festival Rujak Uleg 2026, Peserta Pamer Kostum Bernuansa Sport Fashion Dunia
Menurut dia, kelompok rentan seperti balita, lansia, serta penderita penyakit kronis harus mendapat perhatian lebih saat cuaca panas ekstrem. Keluarga diminta memastikan kelompok tersebut tetap terhidrasi, berada di ruangan dengan sirkulasi udara baik, dan tidak sendirian saat siang hari.
Selain ancaman panas ekstrem, BPBD juga mengingatkan masyarakat terhadap risiko kekeringan dan kebakaran yang kerap meningkat saat puncak kemarau.
Pemkot Surabaya memastikan terus memantau perkembangan cuaca dan menyiapkan langkah antisipasi agar dampak musim kemarau terhadap masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin. (dim)
Editor : Lambertus Hurek